
Mukhta menyusul Meethi yang sedang mengambilkan minum utk Mr. rathore.
Mukhta : Aku tidak suka pada Ambika. Apa kau sadar bagaimana dia menatap dengan tatapan tanpa dosa saat foto itu dikeluarkan dari tasnya? Kurasa dia masih mencintai Akash. Aku sama sekali tidak menyukainya.
Meethi : Aku juga terkejut melihat foto itu di tasnya, tapi bukti-bukti ku selalu salah setiap kali mencurigainya. Inilah mengapa aku tidak ingin mencurigainya lagi. Dia memiliki hati yang baik. Dia selalu menjagaku & juga menyayangiku. Dia tidak jahat.
Mr. rathore menghibur Ambika.
Mr. rathore : Sebenarnya hati Mukku ku tidak jahat, hanya saja dia terlalu lurus/apa adanya karena dia adalah putriku. Jgn salah paham dengannya.
Ambika : Dia adlh kakaknya Meethi. Kalau aku yang ada diposisinya atau melihat foto Sankrant bersama wanita lain, aku juga akan merasa sedih. Aku tidak marah pada siapapun. Ini adalah permainan takdir. Pernikahan itu hampir terlaksana namun semuanya berubah seperti ini. Aku harus menerimanya.
Setelah Akash, Vishnu dan Sankrant datang, mereka mulai bermain antakshri (permainan sambung lagu). Akash dan Mukhta memperebutkan Meethi utk masuk kedlm team mereka. Ambika lalu berjalan mendekati Akash, ia ingin masuk team Akash. Mr. rathore meniup peluitnya dan memindahkan Vishnu ke team Mukhta & Meethi.
Akash : Jgn bersikap tidak adil karena kedua putrimu ada dlm 1 team Tuan Rathore.
Mukhta : Ayahku tidak akan berat sebelah.











