
Sankrant yang mulai bernyanyi, sampai pada giliran Ambika, Mr. rathore membantunya mengingat sebuah lagu dengan awalan huruf “H”.
Mukhta : Ayah tidak adil!
Meethi : Paman curang. Mukhta : Aku tidak mau main permainan ini lagi.
Utk menebus kesalahannya, Mr. rathore harus menceritakan kisah seram nanti mlm.
Setelah mereka semua bubar, Mukhta menghampiri ayahnya.
Mukhta : Ayah, apa maksudnya ini? Ayah menolong Ambika. Ayah bilang dia hanya seperti putri bagimu. Aku adalah putrimu satu2nya. Aku tidak suka ayah memanggil orang lain sebagai putri ayah. Kenapa begitu perhatian pada Ambika? Kau hanyalah ayahku seorang.
Mukhta memeluk Mr. rathore seperti anak kecil. Mr. rathore berfikir, “Bagaimana cara menjelaskan padamu kalau Ambika adalah putriku juga? “.











