Akash : Aku tidak suka pembicaraan seperti ini, bahkan dalam keadaan bercanda.
Meethi : Aku tidak sedang bercanda. Aku sungguh-sungguh menanyakannya padamu.
Akash : Aku tidak akan menjawabnya jika kau tidak tau jawabannya.
Meethi : Aku tau, tapi aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu. Bagaimanapun juga aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan tetap berada didalam hatimu bahkan jika aku mati.
Akash : Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Jangan bicara seperti itu lagi.
Mukhta berusaha mencairkan suasana dan mengajak Vishnu pulang, tapi Meethi dan Akash meminta mereka makan malam dulu sebelum pulang.
Nandini pulang beberapa saat setelah Mukhta & Vishnu pergi.
Meethi : Nandini, Rani mencarimu daritadi. Setidaknya kau beritahu kami sebelum pergi.
Nandini : Aku akan segera menemuinya.
Meethi : Sekarang Rani sudah tidur. Jangan bangunkan dia, lebih baik kau makan malam saja.
Nandini naik keatas dan masuk ke kamar Meethi diam2. Meethi dan Akash masih berdiri ditangga.
Akash : Apakah kau benar-benar berfikir aku akan menikah lagi?
Meethi : Masih banyak wanita cantik di dunia ini. Bagaimana jika salah satunya berusaha merayumu saat mengetahui kalau kau sendirian?
Akash : Tidak ada Meethi yang lain diseluruh dunia ini!
Nandini memegang botol sambil bicara dalam hati, “Buatlah Meethi jatuh kedalam jebakanku”, ia menuang cairan merah itu kedalam teko air disamping tempat tidur Meethi. Air yang bening berubah menjadi merah dan berputar-putar didalam teko, sesaat kemudian warna air kembali seperti semula. Nandini keluar dari kamar saat Akash menggendong Meethi naik keatas tangga.
Meethi terbangun ditengah malam dan meminum air dari teko, ia sedikit terkejut merasakan firasat buruk tapi kembali meminum air tersebut beberapa tegukan. Meethi kemudian merebahkan badan tapi tiba-tiba ia duduk sambil melihat kearah teko. Meethi berjalan keluar dari kamar, seorang wanita dengan saree putih berjalan dilantai bawah. Pintu kamar tertutup sendiri ketika Meethi berjalan kearah tangga.
Meethi turun kebawah, dan wanita dengan saree putih berjalan keluar rumah. Meethi menoleh kekiri dan kekanan, tiba-tiba ia merasakan seorang wanita melintas dibelakangnya.
Meethi : Aku tidak sedang bercanda. Aku sungguh-sungguh menanyakannya padamu.
Akash : Aku tidak akan menjawabnya jika kau tidak tau jawabannya.
Meethi : Aku tau, tapi aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu. Bagaimanapun juga aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan tetap berada didalam hatimu bahkan jika aku mati.
Akash : Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Jangan bicara seperti itu lagi.
Mukhta berusaha mencairkan suasana dan mengajak Vishnu pulang, tapi Meethi dan Akash meminta mereka makan malam dulu sebelum pulang.
Nandini pulang beberapa saat setelah Mukhta & Vishnu pergi.
Meethi : Nandini, Rani mencarimu daritadi. Setidaknya kau beritahu kami sebelum pergi.
Nandini : Aku akan segera menemuinya.
Meethi : Sekarang Rani sudah tidur. Jangan bangunkan dia, lebih baik kau makan malam saja.
Nandini naik keatas dan masuk ke kamar Meethi diam2. Meethi dan Akash masih berdiri ditangga.
Akash : Apakah kau benar-benar berfikir aku akan menikah lagi?
Meethi : Masih banyak wanita cantik di dunia ini. Bagaimana jika salah satunya berusaha merayumu saat mengetahui kalau kau sendirian?
Akash : Tidak ada Meethi yang lain diseluruh dunia ini!
Nandini memegang botol sambil bicara dalam hati, “Buatlah Meethi jatuh kedalam jebakanku”, ia menuang cairan merah itu kedalam teko air disamping tempat tidur Meethi. Air yang bening berubah menjadi merah dan berputar-putar didalam teko, sesaat kemudian warna air kembali seperti semula. Nandini keluar dari kamar saat Akash menggendong Meethi naik keatas tangga.
Meethi terbangun ditengah malam dan meminum air dari teko, ia sedikit terkejut merasakan firasat buruk tapi kembali meminum air tersebut beberapa tegukan. Meethi kemudian merebahkan badan tapi tiba-tiba ia duduk sambil melihat kearah teko. Meethi berjalan keluar dari kamar, seorang wanita dengan saree putih berjalan dilantai bawah. Pintu kamar tertutup sendiri ketika Meethi berjalan kearah tangga.
Meethi turun kebawah, dan wanita dengan saree putih berjalan keluar rumah. Meethi menoleh kekiri dan kekanan, tiba-tiba ia merasakan seorang wanita melintas dibelakangnya.
10/10











