Nandini duduk di ayunan depan rumah sambil bicara sendiri.
Nandini : Pada siapa aku bisa meminta bantuan? Siapa yang mau membantuku? Aku tidak bisa bicara pada Akash, dia sedang sibuk memikirkan Khana. Waktuku tinggal 48 jam!
Rani : Hei Chameli! Ada apa?
Nandini pura-pura menghapus airmata.
Nandini : Rani, kau tau? Ibu Meethi mu itu ingin mengusirku keluar dari rumah ini.
Rani tertawa mendengarnya.
Rani : Aku tau kalian sedang bercanda. Ibu Meethi yang memberitahuku bagaimana kalian menggoda satu sama lain.
Nandini : Mungkin ibu Meethi mu bohong. Mungkin sebenarnya dia bukanlah orang yang baik. Kita tidak bisa melihat isi hati seseorang.
Ekadish melihat Nandini sedang menghasut Rani.
Ekadish : Hei! Apa yang sedang kalian bicarakan? Kembali ke kamarmu Rani!
Rani menuruti perintah Ekadish.
Ekadish : Hei Nandini, kenapa kau menghasut Rani untuk melawan Meethi?
Nandini : Maafkan kesalahan yang sudah kulakukan. Rani harus tau bahwa keberadaan kami di rumah ini tinggal hitungan hari. Meethi akan mengusir kami. Dia bilang dia akan membuktikan kalau Rani bukanlah putriku ataupun putri Akash dengan test DN. . semacam itu.
Ekadish : Hah? Meethi bilang begitu?
Nandini : Ya bu! Meethi sudah mengirim rambut Rani untuk test itu.
Ekadish : Apa kau tidak yakin bahwa kau yang sudah melahirkan Rani?
Nandini : Aku tidak berbohong. Fikirkan bagaimana dampaknya terhadap Rani. Meethi bilang dia akan membuat bukti palsu untuk membuktikan kalau Rani bukanlah cucumu. Sumpah demi dewa, aku tidak berbohong. Apa ibu takut pada Meethi?
Ekadish : Tidak. Ayo! Kita tanyakan langsung pada Meethi.
Nandini : Pada siapa aku bisa meminta bantuan? Siapa yang mau membantuku? Aku tidak bisa bicara pada Akash, dia sedang sibuk memikirkan Khana. Waktuku tinggal 48 jam!
Rani : Hei Chameli! Ada apa?
Nandini pura-pura menghapus airmata.
Nandini : Rani, kau tau? Ibu Meethi mu itu ingin mengusirku keluar dari rumah ini.
Rani tertawa mendengarnya.
Rani : Aku tau kalian sedang bercanda. Ibu Meethi yang memberitahuku bagaimana kalian menggoda satu sama lain.
Nandini : Mungkin ibu Meethi mu bohong. Mungkin sebenarnya dia bukanlah orang yang baik. Kita tidak bisa melihat isi hati seseorang.
Ekadish melihat Nandini sedang menghasut Rani.
Ekadish : Hei! Apa yang sedang kalian bicarakan? Kembali ke kamarmu Rani!
Rani menuruti perintah Ekadish.
Ekadish : Hei Nandini, kenapa kau menghasut Rani untuk melawan Meethi?
Nandini : Maafkan kesalahan yang sudah kulakukan. Rani harus tau bahwa keberadaan kami di rumah ini tinggal hitungan hari. Meethi akan mengusir kami. Dia bilang dia akan membuktikan kalau Rani bukanlah putriku ataupun putri Akash dengan test DN. . semacam itu.
Ekadish : Hah? Meethi bilang begitu?
Nandini : Ya bu! Meethi sudah mengirim rambut Rani untuk test itu.
Ekadish : Apa kau tidak yakin bahwa kau yang sudah melahirkan Rani?
Nandini : Aku tidak berbohong. Fikirkan bagaimana dampaknya terhadap Rani. Meethi bilang dia akan membuat bukti palsu untuk membuktikan kalau Rani bukanlah cucumu. Sumpah demi dewa, aku tidak berbohong. Apa ibu takut pada Meethi?
Ekadish : Tidak. Ayo! Kita tanyakan langsung pada Meethi.
5/10











