Ekadish masuk kedalam rumah bersorak memanggil Meethi.
Ekadish : Apa kau benar-benar ingin mencari tau apakah Rani bukan putrinya Nandini dan Akash dengan melakukan test dande?
Meethi : Test DNA bu.
Ekadish : Ya, itu. Untuk apa?
Akash : Meethi, kau ingin melakukan test DNA Rani? Untuk apa?
Ekadish : Terkadang aku tidak mengerti denganmu. Sebelumnya kami tidak menerima Rani tapi kau yang bersikeras. Sekarang setelah kami menerima kalau Rani adalah darah daging keluarga ini, kau mulai mencurigainya.
Nandini : Meethi ingin mengusirku keluar dari rumah ini.
Meethi : Tidak. Aku yang memberimu tempat tinggal di rumah ini, kenapa aku harus melakukan hal seperti itu? Kau memang sudah menyelamatkan nyawa ibu, tapi bukan berarti kau bisa menciptakan dinding pemisah antara aku dan ibu dengan mengatakan ini semua.
Nandini : Aku lihat sendiri seorang pria dengan jas lab datang kemari mengambil contoh rambut Rani darimu.
Meethi : Ya. Aku memang melakukannya. Kita belum punya laporan kesehatan Rani. Kita tidak tau vaksinasi apa yang sudah ia dapat selama ini. Apakah sudah ada catatannya? Nandini, kau punya catatannya? Kau tidak punya catatan semacam itu. Aku hanya berusaha mencaritahu vaksinasi apa yang bisa kita berikan pada Rani.
Akash : Nandini, bagaimana bisa kau berfikir kalau Meethi meragukan Rani sebagai putriku? Dia sudah menerima Rani jauh sebelum Rani terbukti adalah putriku. Dia akan melakukan segalanya untuk kebaikan Rani.
Ekadish : Kau membuang-membuang waktuku! Syukurlah Meethi benar-benar memperhatikan putrimu.
Nandini : Maafkan aku bu.
Akash menghentikan Nandini sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
Akash : Tunggu Nandini. Kau belum minta maaf pada Meethi.
Nandini : Kenapa aku harus minta maaf pada Meethi? Dia bahkan tidak memintaku untuk melakukannya.
Akash : Meethi memiliki hati yang besar, karena itu dia tidak mengatakan apapun, tapi kau tidak boleh lupa dengan semua kebaikannya terhadapmu. Dia sudah melakukan banyak hal untukmu. Jangan pernah berusaha memberikan tuduhan palsu kepada Meethi lagi. Katakan bahwa kau tidak akan melakukannya lagi.
Nandini : Aku minta maaf.
Meethi : Yang terjadi sudah terjadi. Berhati2lah lain kali.
Ekadish : Apa kau benar-benar ingin mencari tau apakah Rani bukan putrinya Nandini dan Akash dengan melakukan test dande?
Meethi : Test DNA bu.
Ekadish : Ya, itu. Untuk apa?
Akash : Meethi, kau ingin melakukan test DNA Rani? Untuk apa?
Ekadish : Terkadang aku tidak mengerti denganmu. Sebelumnya kami tidak menerima Rani tapi kau yang bersikeras. Sekarang setelah kami menerima kalau Rani adalah darah daging keluarga ini, kau mulai mencurigainya.
Nandini : Meethi ingin mengusirku keluar dari rumah ini.
Meethi : Tidak. Aku yang memberimu tempat tinggal di rumah ini, kenapa aku harus melakukan hal seperti itu? Kau memang sudah menyelamatkan nyawa ibu, tapi bukan berarti kau bisa menciptakan dinding pemisah antara aku dan ibu dengan mengatakan ini semua.
Nandini : Aku lihat sendiri seorang pria dengan jas lab datang kemari mengambil contoh rambut Rani darimu.
Meethi : Ya. Aku memang melakukannya. Kita belum punya laporan kesehatan Rani. Kita tidak tau vaksinasi apa yang sudah ia dapat selama ini. Apakah sudah ada catatannya? Nandini, kau punya catatannya? Kau tidak punya catatan semacam itu. Aku hanya berusaha mencaritahu vaksinasi apa yang bisa kita berikan pada Rani.
Akash : Nandini, bagaimana bisa kau berfikir kalau Meethi meragukan Rani sebagai putriku? Dia sudah menerima Rani jauh sebelum Rani terbukti adalah putriku. Dia akan melakukan segalanya untuk kebaikan Rani.
Ekadish : Kau membuang-membuang waktuku! Syukurlah Meethi benar-benar memperhatikan putrimu.
Nandini : Maafkan aku bu.
Akash menghentikan Nandini sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
Akash : Tunggu Nandini. Kau belum minta maaf pada Meethi.
Nandini : Kenapa aku harus minta maaf pada Meethi? Dia bahkan tidak memintaku untuk melakukannya.
Akash : Meethi memiliki hati yang besar, karena itu dia tidak mengatakan apapun, tapi kau tidak boleh lupa dengan semua kebaikannya terhadapmu. Dia sudah melakukan banyak hal untukmu. Jangan pernah berusaha memberikan tuduhan palsu kepada Meethi lagi. Katakan bahwa kau tidak akan melakukannya lagi.
Nandini : Aku minta maaf.
Meethi : Yang terjadi sudah terjadi. Berhati2lah lain kali.
6/10











