
Meethi dan Nandini mendengar ucapan seorang pendeta yang sedang memberitahu seorang ibu dan anak tentang kekuatan dalam do’a.
Pendeta : Dewa akan mengabulkan semua harapan orang yang berjalan diatas bara api ini.
Meethi : Aku harus melakukannya demi Rani. Aku bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan nyawa putriku. Hari ini aku harus membuktikan bahwa kebaikan akan menang melawan iblis.
Nandini : Jangan Meethi.
Meethi : Jangan hentikan aku, ini semua demi putri kita.
Meethi berdo’a sebelum melangkahkan kaki diatas bara api.
Meethi : Oh Dewa, tolong beri aku kekuatan.
Meethi merasa kesakitan saat melangkah. Pada saat yang bersamaan, Guru Ma yang sedang melakukan pooja merasa gelisah, ia menutup telinganya karena terganggu dengan suara-suara gaib.
Meethi terus melangkahkan kakinya dengan susah payah. Usaha Meethi berjalan diatas bara api mulai menunjukkan hasil, Rani menggerakkan jari dan kembali bernafas.
Lilin ditempat Guru Ma tiba-tiba jatuh lalu membakar sehelai kain. Api dengan cepat merambat keseluruh ruangan, Guru Ma berteriak histeris lalu tak sadarkan diri.
Meethi akhirnya menyelesaikan pooja nya, Nandini membantu Meethi berdiri.
Nandini : Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri?
Meethi : Aku bisa melakukan apapun demi Rani ku.
Suster memanggil dokter dan memberitahu bahwa Rani kembali bernafas. Dokter merasa takjub melihat keajaiban ini, suster kembali memasang alat bantu pernafasan dan infus Rani. Dokter kemudian memberitahu berita gembira tersebut kepada Akash.
Dokter : Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam ilmu medis. Putrimu hidup lagi!
Damini : Apa?
Airmata Akash kini berubah menjadi airmata kebahagiaan, ia pun memeluk dokter sambil tersenyum.
Pendeta : Dewa akan mengabulkan semua harapan orang yang berjalan diatas bara api ini.
Meethi : Aku harus melakukannya demi Rani. Aku bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan nyawa putriku. Hari ini aku harus membuktikan bahwa kebaikan akan menang melawan iblis.
Nandini : Jangan Meethi.
Meethi : Jangan hentikan aku, ini semua demi putri kita.
Meethi berdo’a sebelum melangkahkan kaki diatas bara api.
Meethi : Oh Dewa, tolong beri aku kekuatan.
Meethi merasa kesakitan saat melangkah. Pada saat yang bersamaan, Guru Ma yang sedang melakukan pooja merasa gelisah, ia menutup telinganya karena terganggu dengan suara-suara gaib.
Meethi terus melangkahkan kakinya dengan susah payah. Usaha Meethi berjalan diatas bara api mulai menunjukkan hasil, Rani menggerakkan jari dan kembali bernafas.
Lilin ditempat Guru Ma tiba-tiba jatuh lalu membakar sehelai kain. Api dengan cepat merambat keseluruh ruangan, Guru Ma berteriak histeris lalu tak sadarkan diri.
Meethi akhirnya menyelesaikan pooja nya, Nandini membantu Meethi berdiri.
Nandini : Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri?
Meethi : Aku bisa melakukan apapun demi Rani ku.
Suster memanggil dokter dan memberitahu bahwa Rani kembali bernafas. Dokter merasa takjub melihat keajaiban ini, suster kembali memasang alat bantu pernafasan dan infus Rani. Dokter kemudian memberitahu berita gembira tersebut kepada Akash.
Dokter : Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam ilmu medis. Putrimu hidup lagi!
Damini : Apa?
Airmata Akash kini berubah menjadi airmata kebahagiaan, ia pun memeluk dokter sambil tersenyum.
6/7











