
Meethi : Rani, kau mau bicara dengan ibumu sekali saja?
Rani : Tidak mau. Dia bukan ibuku, kau ibuku.
Meethi : Nandini sangat menyayangimu.
Rani : Aku tidak ingin bertemu Chameli. Dia sangat jahat. Dia sudah melakukan kesalahan kepadamu.
Meethi melihat Nandini sedang mengintip dari luar. Nandini berjalan meninggalkan kamar Rani.
Meethi : Nandini, kau mau pergi kemana? Temuilah Rani.
Meethi membawa Nandini masuk kedalam.
Meethi : Rani, ibumu ingin bicara denganmu.
Rani : Tidak mau. Aku tidak ingin bicara dengannya.
Meethi : Rani, semua orang bisa melakukan kesalahan. Ibumu juga bisa melakukan kesalahan. Dia sudah mengakui kesalahannya. Orang yang baik selalu memaafkan kesalahan orang lain.
Rani : Tidak mau. Aku tidak akan pernah memaafkan kesalahannya.
Meethi : Kau juga pernah melakukan kesalahan. Ibumu juga memaafkan kesalahanmu bukan?
Rani : Tapi bu. .
Meethi : Tidak ada tapi2, jawab saja pertanyaanku. Siapa yang sudah merawatmu sejak lahir sampai kau bertemu dengan ibu Meethi mu? Siapa yang sangat menyayangimu? Siapa yang memikirkan kebahagiaanmu? Siapa yang menjauhkanmu dari orang-orang jahat?
Rani : Chameli itu jahat. Dia hanya tau bagaimana cara membenci, dia benar-benar sudah menyakitimu.
Meethi : Aku dan Nandini sudah berteman sekarang. Dia tidak membenciku lagi. Ya kan Nandini?
Nandini : Ya.
Meethi : Rani, apakah kau mau memaafkan ibumu? Jika kau menyayangiku, maka kau harus memaafkan ibu Nandini mu.
Nandini menjewer kupingnya sendiri.
Nandini : Bonekaku, maafkanlah aku.
Rani : Baiklah, aku maafkan. Bilang terimakasih dulu.
Nandini : Terimakasih.
Rani : Sama2.
Nandini dan Rani sama-sama menangis.
Nandini membelai kepala Rani dan mencium tangannya.
Nandini : Aku sudah mengerti 1 hal, aku tidak bisa menyayangimu seperti ibi Meethi mu. Ibu Meethi mu sangat baik. Mulai sekarang kau akan tinggal dengannya. Aku sangat jahat, tapi aku janji tidak akan menyusahkan ibu Meethi dan ayahmu lagi. Aku akan terus berdo’a untuk mereka. Aku tidak akan memaafkan siapapun yang ingin menyakiti mereka. Aku bersumpah, aku bisa memberikan nyawaku pada mereka.
Rani tersenyum, Nandini memeluknya untuk yang terakhir kalinya.
Rani : Tidak mau. Dia bukan ibuku, kau ibuku.
Meethi : Nandini sangat menyayangimu.
Rani : Aku tidak ingin bertemu Chameli. Dia sangat jahat. Dia sudah melakukan kesalahan kepadamu.
Meethi melihat Nandini sedang mengintip dari luar. Nandini berjalan meninggalkan kamar Rani.
Meethi : Nandini, kau mau pergi kemana? Temuilah Rani.
Meethi membawa Nandini masuk kedalam.
Meethi : Rani, ibumu ingin bicara denganmu.
Rani : Tidak mau. Aku tidak ingin bicara dengannya.
Meethi : Rani, semua orang bisa melakukan kesalahan. Ibumu juga bisa melakukan kesalahan. Dia sudah mengakui kesalahannya. Orang yang baik selalu memaafkan kesalahan orang lain.
Rani : Tidak mau. Aku tidak akan pernah memaafkan kesalahannya.
Meethi : Kau juga pernah melakukan kesalahan. Ibumu juga memaafkan kesalahanmu bukan?
Rani : Tapi bu. .
Meethi : Tidak ada tapi2, jawab saja pertanyaanku. Siapa yang sudah merawatmu sejak lahir sampai kau bertemu dengan ibu Meethi mu? Siapa yang sangat menyayangimu? Siapa yang memikirkan kebahagiaanmu? Siapa yang menjauhkanmu dari orang-orang jahat?
Rani : Chameli itu jahat. Dia hanya tau bagaimana cara membenci, dia benar-benar sudah menyakitimu.
Meethi : Aku dan Nandini sudah berteman sekarang. Dia tidak membenciku lagi. Ya kan Nandini?
Nandini : Ya.
Meethi : Rani, apakah kau mau memaafkan ibumu? Jika kau menyayangiku, maka kau harus memaafkan ibu Nandini mu.
Nandini menjewer kupingnya sendiri.
Nandini : Bonekaku, maafkanlah aku.
Rani : Baiklah, aku maafkan. Bilang terimakasih dulu.
Nandini : Terimakasih.
Rani : Sama2.
Nandini dan Rani sama-sama menangis.
Nandini membelai kepala Rani dan mencium tangannya.
Nandini : Aku sudah mengerti 1 hal, aku tidak bisa menyayangimu seperti ibi Meethi mu. Ibu Meethi mu sangat baik. Mulai sekarang kau akan tinggal dengannya. Aku sangat jahat, tapi aku janji tidak akan menyusahkan ibu Meethi dan ayahmu lagi. Aku akan terus berdo’a untuk mereka. Aku tidak akan memaafkan siapapun yang ingin menyakiti mereka. Aku bersumpah, aku bisa memberikan nyawaku pada mereka.
Rani tersenyum, Nandini memeluknya untuk yang terakhir kalinya.
Demikianlah Sinopsis Uttaran Hari Sabtu 17 September 2016. Simak Terus Kelanjutanya hanya di Lampungway.com.
Jangan Lupa Like Fanspage Uttaran disini ya? Semua Uttaran Lover Ngumpul disitu Lho..
7/7











