Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Sinopsis Uttaran Hari ini, Selasa 9 Agustus 2016 : Episode 374

Uttaran-Episode-374-a12
Ansari datang bersama anak buahnya utk membawa mayat Khalid.
Asgar : Selama ini tidak pernah terjadi kasus pencurian di rumah ini dan sekarang tiba-tiba ada pembunuhan. Pasti seorang pencuri yang melakukannya.
Asgar sengaja membuat opini agar tidak ketahuan, sebelum meninggalkan kamar Khalid dia juga sudah mengambil kembali memory cardnya. Asgar meminta izin untuk melakukan upacara terakhir Khalid secepat mungkin tapi Ansari tidak mengizinkan mayat Khalid dikubur sebelum diotopsi.
Ansari menghentikan langkah saat melihat gelang ditangan Khalid.
Ansari : Siapa yang mengikatkan ini?
Saba ingin menjelaskan tapi Ashfaque langsung menjawab kalau Khalid mendapatkannya dari tempat lain. Ansari berjalan mendekati Meethi.
Ansari : Dimana kau saat pembunuhan itu berlangsung?
Meethi : Didalam kamarku.
Ansari bertanya kepada Asgar.
Ansari : Dimana kau saat pembunuhan itu terjadi?
Asgar : Aku tidak ada dirumah sejak sore.
Ashfaque merasa heran mendengarnya.
Di kantor polisi, Ansari memikirkan siapa org yang telah melenyapkan Khalid.
Ansari : Aku rasa Khalid sempat melihat pembunuhnya. Mungkin seseorang dari rumahnya sendiri, kalau tidak dia pasti akan berteriak sebelum ditembak. Apakah keluarga Rizvi mengetahui siapa pembunuhnya & berusaha menyembunyikan yang sebenarnya dariku?
Saba : Benar Tuan Ansari. Keluarga Rizvi memberi tempat tinggal pada seorang pembunuh. Aku datang kemari karena tidak ada satupun yang mau mengatakan yang sebenarnya disana. Pembunuh Khalid adlh tamu kami, Meethi. Nama asli Fida adlh Meethi.
Ansari : Meethi? Aku ingin tau semua ceritanya dari awal. Siapa dia dan bagaimana dia bisa sampai ke rumahmu? Rasanya aku pernah mendengar namanya beberapa hari yang lalu. Polisi India pernah menyebutkan nama seorang wanita India lewat telfon. Namanya juga Meethi.
Saba : Dia adlh org India. Keluargaku memberinya tempat tinggal. Kata-Kata terakhir dari bibir suamiku adlh Meethi dan bahaya.
Ansari terlihat sangat marah.
Ashfaque melihat Meethi menangis di kamarnya.
Ashfaque : Entah siapa yang tega menghabisi pria baik-baik seperti kakak ipar.
Meethi : Apa mungkin kakak(Khalid) dihabisi karena mengetahui sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun?