
Saba pulang ke rumahnya.
Mumtaz : Darimana saja kau?
Saba : Dari tempat yang seharusnya kita datangi sejak lama, hari ini mungkin tidak akan terjadi.
Asgar : Apa kau pergi menemui Tuan Ansari?
Saba : Ya.
Ansari masuk kedalam rumah.
Ansari : Ada kabar bagus untuk kalian semua. Fida! Fida!
Meethi turun kebawah.
Ansari : Pembunuh Khalid adalah dia! Saba sudah menceritakan segalanya padaku.
Asgar : Adikku sedang terguncang. Bagaimana bisa kau mempercayainya?
Ansari : Aku akan menunggu sampai aku bisa mendapatkan buktinya tapi aku harus menahannya.
Asgar : aku tidak akan membiarkan kau menahan tamu kami.
Ansari : Tuan Rizvi, apa aku harus kembali? Dia telah melakukan kejahatan dari bukti yang aku miliki. Dia datang dari India ke Pakistan secara ilegal dan tinggal disini sekarang. Namanya bukan Fida, namanya adalah Meethi Chatterjee! Apa kau butuh bukti? Saba juga sudah memberikan pernyataan yang sama.
Ashfaque dan Asgar berusaha menghentikan Ansari.
Meethi : Sudah cukup. Aku tidak bisa berbohong lagi. Semua yang kau katakan itu benar Tuan Ansari, namaku adalah Meethi Chatterjee, aku adalah orang India.
Meethi menyerahkan tangannya untuk diborgol. Ansari membawa Meethi ke kantor polisi.
Asgar : Saba, apa yang sudah kau lakukan? Kau pergi menemui Ansari tanpa bertanya dulu padaku dan memberi pernyataan padanya? Apa kau tau seberapa penting keberadaan Meethi di rumah ini?
Saba : Apa Meethi lebih penting daripada suamiku? Kenapa?
Asgar berbohong.
Asgar : Tanggungjawabku untuk melindunginya karena dia adalah tamu kita.
Asgar pergi meninggalkan mereka.
Saba : Ashfaque, kukira hanya kau yang selalu berpihak pada Meethi tapi hari ini aku menyadari kalau kak Asgar lah yang lebih menginginkan Meethi untuk tetap tinggal di rumah ini!
Saba pergi sambil menangis.











