
Meethi berdo’a kepada dewa Ganpati, “Aku sudah mengikuti jalanmu. Aku sudah menceritakan seluruh kebenarannya pada Tuan Ansari. Tolong lindungi aku dan Akash karena kami tidak bersalah”. Do’a Meethi pun dikabulkan, Ansari akhirnya melihat foto Meethi yang seharusnya sudah dia lihat sejak polisi India mengirimkannya melalui fax. Ansari baru ingat kalau polisi India meminta bantuannya untuk mencari seorang wanita India yang bernama Meethi.
Ansari kemudian menelfon polisi India dan meminta mereka mengirimkan dokumen-dokumen dan kartu identitas Meethi. Meethi pun dibebaskan, Ansari berjanji akan segera memulangkan Meethi, tapi Meethi tidak mau pulang tanpa Akash. Mereka pun meminta Asgar menunjukkan lokasi dimana Akash berada.
Mereka tiba di tempat Akash. Kamarnya sangat berantakan, Akash sudah tidak ada disana. Paman Juman pura-pura habis dipukuli Akash, padahal Asgar sendiri yang sudah lebih dulu mengevakuasi Akash karena ia tau cepat atau lambat Meethi pasti akan menceritakan tentang Akash kepada Ansari.
Asgar : Paman Juman, ada apa ini?
Paman Juman : Dia memukuliku dan melarikan diri.
Asgar : Aku akan mengejarnya.
Ansari : Kau jangan pergi dari sini. Aku punya banyak pertanyaan untukmu. Aku sudah mencurigaimu. Kau datang ke penjara sebagai komisaris palsu dan membantunya melarikan diri, kau membawanya kemari tapi dia lenyap sekarang. Bisa jadi kau sudah memindahkannya ke tempat lain. Aku peringatkan kau. Kalau aku tidak bisa menemukan Akash, aku akan memasukkanmu kedalam penjara.
Meethi : Tolong jangan mencurigai dia tanpa sebab.
Ansari : Tidak seorangpun dari keluargamu, termasuk kau(Asgar) yang boleh keluar dari kota atau negara ini sebelum Meethi & Akash dipulangkan ke India.
Asgar : Percayalah pada kami, kami bukan penjahat.
Ansari : Meethi, aku akan terus memberi informasi tentang Akash.
Meethi & Asgar pulang ke rumah.











