
Divya & Damini masuk kedalam kamar Mukhta. Mereka membangunkan Mukhta dan mengucapkan selamat atas kelahiran bayinya.
Mukhta : Nenek, jangan bilang apapun dulu pada Vishnhu. Aku ingin mengatakan berita baik ini langsung kepada Vishnu.
Mukhta menggendong bayinya sambil menceritakan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan Vishnu bersama putranya kelak. Dokternya Vishnu memberitahu dokternya Mukhta tentang kematian Vishnu. Mukhta mendengar mereka menyebut nama Vishnu, ia terkejut mengetahui bahwa Vishnu sedang berada di ruang ICU. Mukhta berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang ICU sambil menggendong bayinya. Mukhta terkejut melihat semua alat bantu Vishnu sudah dilepas.
Mukhta : Kakek, nenek, siapa yang melepas semua alat bantu dari tubuh Vishnu?
Tidak ada yang sanggup menjawabnya, Mukhta mulai mengguncang-mengguncang tubuh Vishnu.
Divya : Mukhta, kendalikan dirimu. Vishnu telah tiada!
Mukhta : Tidak. Vishnu tidak boleh pergi kemanapun. Bangun Vishnu! Buktikan kalau mereka semua salah! Ini, ini adalah anak kita. Ini anakmu. Vishnu, lihatlah anakmu ini.
Mukhta meletakkan bayinya diatas tubuh Vishnu, bayinya menggenggam jari Vishnu. Vishnu tiba-tiba kembali bernafas. Semua orang terkejut seolah tak percaya melihatnya. Mukhta tersenyum bahagia.
Alat bantu pernafasan Vishnu kembali dipasang.
Dokter : Ini adalah sebuah keajaiban.
Tuan Takhur, Divya dan Damini menangis, mereka merasa bahwa bayinya Mukhta sudah membuat Vishnu hidup kembali.
Vishnu melihat kearah Mukhta.
Vishnu : Mukhta.
Mukhta : Ini bayi kita.
Vishnu menyentuh bayinya, mereka berdua membicarakan masa depan anak mereka.
Mukhta : Jangan pernah bertengkar lagi denganku.
Damini memeluk Mukhta sambil menangis terharu. Tuan Takhur menengadahkan kepalanya keatas.
Tuan Takhur : Terimakasih atas hadiah (keajaiban) ini dewa.











