Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Sistem Pagar Dongkrak Kopi

Bandarlampung (LW): Dinas Perkebunan Provinsi Lampung terus menggenjot produktivitas kopi dengan mendorong petani menerapkan sistem tanam pagar. Pola budidaya ini dinilai mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan sekaligus menambah pendapatan petani.

Kepala Dinas Perkebunan Lampung, Yuliastuti, menegaskan sistem pagar terbukti jauh lebih unggul dibanding pola tanam konvensional. Jika cara lama hanya menghasilkan 2 hingga 2,5 ton kopi per hektar, maka dengan sistem pagar produksi bisa melonjak hingga 4 sampai 6 ton per hektar.

“Produktivitas kopi dengan sistem pagar bisa mencapai 4-6 ton per hektar. Ini jelas lebih tinggi dibanding pola tanam konvensional. Dengan jumlah populasi tanaman lebih banyak, pendapatan petani juga ikut meningkat,” ujar Yuliastuti.

Selain hasil panen yang lebih besar, sistem ini juga menekankan praktik budidaya ramah lingkungan. Petani didorong untuk melakukan peremajaan dari cabang tak produktif dan memperbanyak tanaman melalui stek batang, tanpa ketergantungan pada bahan kimia.

Menurut Yuliastuti, pendampingan akan terus diberikan agar petani bisa mengubah cara pandang mereka terhadap pola tanam kopi. Pemerintah provinsi bahkan menyiapkan lahan percontohan (demplot) untuk menunjukkan hasil nyata dari sistem pagar.

“Perlahan kita ubah pola pikir petani. Dengan penerapan Good Agriculture Practice, optimasi lahan dapat tercapai, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani pun terdongkrak,” jelasnya. (LW)