Bandarlampung (LW): Pemerintah Provinsi Lampung mulai tancap gas membenahi infrastruktur jalan. Sebanyak 29 titik ruas jalan di 12 kabupaten/kota dipastikan mulai dikerjakan pada awal April 2026, dengan total panjang penanganan mencapai 99,92 kilometer.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, memastikan seluruh paket tahap pertama telah rampung proses lelang dan tinggal memasuki tahap administratif akhir sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Semua sudah lelang, tinggal penandatanganan kontrak. Insyaallah mulai 3 April sudah jalan di lapangan,” ujarnya, Rabu (1/4).
Langkah ini menjadi sinyal percepatan pembangunan infrastruktur yang selama ini kerap disorot publik. Proyek yang dibiayai dari APBD dan pinjaman daerah ini mencakup berbagai jenis penanganan, mulai dari pelebaran, rekonstruksi, rehabilitasi, hingga preservasi jalan.
Dalam teknisnya, BMBK mengombinasikan dua metode konstruksi, yakni rigid beton dan perkerasan fleksibel. Rigid beton akan mendominasi pada ruas-ruas dengan beban berat dan kerusakan tinggi, sementara perkerasan fleksibel diterapkan menyesuaikan kondisi lapangan.
Sebaran proyek ini mencakup wilayah strategis, mulai dari Kota Bandarlampung hingga daerah penyangga dan kawasan hinterland seperti Lampung Tengah, Way Kanan, Tanggamus, hingga Tulang Bawang. Beberapa ruas bahkan mendapat porsi penanganan cukup panjang, seperti Bandar Jaya–Sp. Mandala (10 km) dan Sp. Korpri–Purwotani (10 km).
Meski begitu, tidak semua berjalan mulus. Satu paket pekerjaan di Kabupaten Mesuji, yakni ruas Brabasan–Wiralaga sepanjang 10 kilometer, harus masuk lelang ulang dan dijadwalkan bergeser ke tahap kedua. (*/LW)











