Bandarlampung (LW): Ketua Fraksi NasDem untuk MPR RI Taufik Basari menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Jumat, 16 April 2021 (16/04/2021) di Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.
Taufik menyampaikan pentingnya empat pilar kebangsaan dalam menghadapi Era Globalisasi dan Digitalisasi.
Kegiatan tersebut juga mengindahkan protokol kesehatan, dengan menyemprot lokasi kegiatan dengan cairan disinfectan, mengatur jarak (social distancing), pengecekan suhu tubuh peserta, menyediakan tempat cuci tangan, dan peserta juga wajib disemprot hand sanitizer.
Taufik Basari memaparkan bahwa Pancasila, Undang Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan hal yang dapat meraih rasa aman, nyaman, tentram dan menuju kesejahteraan dalam berkehidupan sebagai sebuah bangsa untuk mencegah terkikisnya nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa.
Hal demikian menjadi penting diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat karena saat ini perbedaan sering dijadikan suatu hal yang menyebabkan suatu konflik. “Kita harus berpegang teguh pada Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, untuk menjaga kita dari pengaruh atau dampak negatif dari luar negeri, karena saat ini sudah minim batasan antara luar negeri dengan Indonesia,” ujar Taufik.
Kegiatan ini juga merupakan wadah untuk dialog dengan masyarakat agar Anggota MPR dapat lebih dekat dengan masyarakat serta sebagai wadah untuk menampung saran dan pendapat dari masyarakat mengenai pelaksanaan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagaimana terdapat pada empat pilar kebangsaan.
Dalam pemaparannya Taufik menekankan perbedaan yang ada dalam masyarakat, seperti perbedaan suku, agama, golongan bukanlah suatu hal yang memecah belah masyarakat, tetapi merupakan suatu hal yang dapat saling mengisi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang menghasilkan persatuan dalam kehidupan masyarakat serta mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat.
Taufik juga meminta agar orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh adat, yang menjadi panutan generasi muda, sudah selayaknya menjaga dan meninggalkan perbedaan yang mengarah terhadap perpecahan, sehingga generasi muda dapat meniru kita sebagai panutan.
“Para hadirin sekalian, saya minta jaga generasi muda kita, berikan contoh yang baik, sampaikan empat pilar ini agar generasi muda kita tidak terpengaruh dampak negative dari globalisasi,” ujar Taufik.
Animo peserta begitu antusias, sebagai masukan dari peserta dalam kegiatan tersebut salah satunya tentang pembumian Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, MPR RI melalui DPR dan DPD RI akan tetapi jangan dijadikan kegiatan ini sebagai jargon politik. (LW)











