Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Tragedi di Balik Keterlambatan: DPRD Kuliti Dugaan Kelalaian RSIA Puri Betik Hati

Bandarlampung (LW): Dugaan keterlambatan penanganan pasien di RSIA Puri Betik Hati langsung disorot tajam DPRD Lampung. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati, bahkan menyebut adanya indikasi serius yang tidak bisa diabaikan.

“Dari yang saya lihat, pasien sejak tanggal 15 sampai 17 belum ditangani optimal. Ini jadi catatan serius. Apalagi setelah ditelusuri, dokter bedah hanya satu orang. Jelas ini tidak ideal,” tegas Budhi.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi besar memicu keterlambatan layanan medis yang berujung fatal. Karena itu, Budhi mendesak adanya evaluasi total dari manajemen rumah sakit, termasuk penambahan tenaga dokter spesialis.

“Harus ada evaluasi menyeluruh. Penambahan dokter bedah itu wajib, ini menyangkut nyawa pasien,” lanjutnya.

Kasus ini mencuat setelah meninggalnya seorang pasien anak, Abizar Fathan Athallah bin Muslim, yang diduga tidak mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

DPRD Provinsi Lampung melalui Komisi V pun bergerak mendalami dugaan kelalaian tersebut. Dalam rapat dengar pendapat, dewan memfasilitasi laporan dari pihak keluarga korban yang menyampaikan adanya kejanggalan dalam proses penanganan medis.

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, menegaskan pihaknya akan menggali fakta secara menyeluruh dengan menghadirkan semua pihak terkait.

“Dari keterangan orang tua korban, ada dugaan prosedur yang tidak berjalan semestinya atau terjadi kelalaian dalam penanganan, sehingga berujung meninggal dunia,” ujarnya, Senin (13/04).

Untuk memastikan transparansi, Komisi V telah memanggil manajemen RSIA Puri Betik Hati, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta keluarga korban.

“Kami ingin mendengar dari semua pihak. Tidak bisa hanya satu sisi, harus terang benderang,” tegasnya.

Diketahui, peristiwa ini terjadi pada Februari 2026. Korban yang diduga mengalami usus buntu merupakan warga Perum Griya GMI Blok B4/35 Bandarlampung. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *