
Pringsewu (LW): Pada tahun 1970-an, Pemerintah pusat meluncurkan program transmigrasi sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi tekanan penduduk di pulau Jawa yang berlebihan. Program ini bertujuan untuk mendistribusikan penduduk secara merata ke pulau-pulau lain di Indonesia, termasuk kota kesayangan kita yaitu Lampung.
Hal ini disampaikan Anggota DPR RI Dapil Lampung Taufik Basari saat melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pekon Siliwangi, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu (19/12).
“Lampung dipilih sebagai salah satu lokasi transmigrasi karena memiliki lahan yang relatif luas dan potensial untuk dikembangkan. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam di daerah tersebut,” ucap Taufik.
Para transmigran yang datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, membawa keberagaman ras, budaya, dan tradisi. Dengan pelaksanaan program transmigrasi, Lampung mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan, serta menerima masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang budaya.
“Hal ini menciptakan keberagaman sosial dan kultural di dalam masyarakat Lampung. Proses integrasi dan adaptasi antara penduduk asli Lampung dengan transmigran membentuk pola hidup yang unik dan menjadi ciri khas tersendiri bagi kota ini,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu, kata dia, keberagaman ini memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya di Lampung, menjadikannya sebagai kota yang memperkaya keanekaragaman Indonesia.
“Maka dari itu kita seharusnya bangga akan keberagaman yang ada, terutama di kota Lampung ini. Yang membawa berbagai warna baru dan membuatnya semakin unik,” kata dia.
Sebagai kota transmigrasi dengan keberagaman ras yang signifikan, tentu sudah ada beberapa inisiatif dan program telah diimplementasikan oleh pemerintah dan masyarakat lokal di Lampung dalam memastikan inklusivitas dan harmoni antar beragam ras tetap terjaga.
“Saya dapat sebutkan beberapa program yang telah terlaksanakan. Pertama adalah Program Pendidikan Multikultural. Dimana Pemerintah setempat luncurkan program pendidikan yang mendorong pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya dan ras,” jelas Taufik lagi.
Kurikulum pendidikan dirancang untuk mencakup materi-materi yang mempromosikan toleransi, penghormatan, dan pemahaman antar berbagai kelompok etnis.
Kedua adalah Acara dan Festival Multikultural. Hal ini biasa ditandai dengan diadakannya acara dan festival yang merayakan keberagaman budaya dan ras. Ini dapat mencakup pertunjukan seni, pameran budaya, dan kegiatan lain yang mempromosikan saling pengertian dan apresiasi antara berbagai kelompok masyarakat. “Mungkin itu adalah beberapa contoh yang telah pemerintah lakukan demi menjaga dan mengintegrasi keragaman yang ada di Lampung,” pungkasnya. (LW)









