Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Di Tengah Derita Infrastruktur, Diah Dharma Yanti Bawa Harapan Kuliah Gratis Bagi Anak Muda Lampung Timur

Lampung Timur (LW): Dalam kunjungan reses tahap III yang berlangsung sejak 23 hingga 30 Juli 2025, Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PAN, Diah Dharma Yanti, menyerap aspirasi masyarakat di 12 titik se-Lampung Timur.

Salah satu titik yang menjadi sorotan yakni Kecamatan Waway Karya yang tengah bergelut dengan keterbatasan infrastruktur. Namun, di tengah keluhan soal jembatan darurat yang terus-menerus hanyut oleh banjir, ia membawa secercah harapan: kuliah gratis di Universitas Indonesia Mandiri (UIM).

Di hadapan warga lima desa yang mengandalkan jembatan rapuh sebagai satu-satunya akses ke sekolah, kantor kecamatan, hingga pusat layanan publik, Diah menegaskan bahwa masa depan anak-anak muda di daerah ini tetap bisa diselamatkan melalui pendidikan tinggi yang terjangkau bahkan tanpa biaya.

“Saya ingin anak-anak dari Lampung Timur khususnya Waway Karya punya masa depan. Kuliah sekarang bisa gratis di Universitas Indonesia Mandiri di Kalianda. Ini bukan mimpi,” ujar Diah disambut tepuk tangan warga.

Universitas Indonesia Mandiri (UIM), merupakan perguruan tinggi yang didirikan dengan misi sosial: membuka akses pendidikan bagi calon mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Dengan skema beasiswa penuh melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah), UIM menjamin pembebasan biaya kuliah 100 persen untuk mahasiswa yang memenuhi syarat.

“UIM memiliki dua fakultas unggulan yakni Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Sosial Humaniora. Keduanya terbuka bagi lulusan SMA/sederajat dari seluruh penjuru Lampung, termasuk dari desa-desa terpencil,” jelas Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung ini, Kamis (31/7).

Dalam reses tersebut juga, para warga berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen untuk menunjang akses pendidikan dan pelayanan publik, Diah menegaskan akan membawa persoalan ini ke tingkat provinsi. Namun, ia juga mendorong agar warga tak hanya menuntut pembangunan fisik, tapi juga membekali generasi muda dengan akses terhadap ilmu pengetahuan dan masa depan yang lebih cerah.

“Infrastruktur bisa dibangun. Tapi tanpa pendidikan, masa depan anak-anak kita tetap rapuh,” tutup Diah. (LW)