
Bandarlampung (LW): Perubahan dunia yang serba cepat mengancam keberadaan budaya lokal. Hal itu ditambah dengan minimnya tingkat kesadaran pemuda-pemudi sebagai generasi bangsa dalam melestarikan budaya lokal.
Hal ini disampaikan Ketua DPD Horas Bangso Batak (HBB) Provinsi Lampung Berlizon Damanik di sela giat sosial yang ia gelar di beberapa Gereja di Bandarlampung, Minggu (27/2).
“Kami datang ke gereja atau rumah-rumah ibadat dalam rangka silaturahmi dengan warga atau jamaah yang mayoritas suku Batak sekaligus memperkenalkan keberadaan kami, HBB Provinsi Lampung kepada tokoh-tokoh Batak,” ujar Berlizon.

Dirinya juga berharap, masyarakat suku Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Mandailing dapat menerima kehadiran Ormas Bangso Batak (HBB) di Provinsi Lampung. “Kami juga membagikan kalender kepada semua suku Batak secara merata. Ini salah satu cara agar keberadaan kami dilihat di masyarakat luas,” ucapnya.
Berlizon juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki cita- cita tinggi sebagai bagian dari pemuda Batak, yakni menjadikan kaum milenial Batak yang bermartabat dan tahu adat istiadat, budaya serta mengenal ke lima sukunya.
“Sekali lagi saya ingatkan kepada para pemuda khususnya pemuda dan milenial Batak agar tidak melupakan sejarah, adat, serta budaya lokal meski di tengah era kemajuan teknologi seperti sekarang ini,” tegasnya. (LW)









