Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate
Berita  

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 317

Upacara terakhir atgah sedang dilakukan, mayat atgah diletakkan di tempatnya, istrinya jiji angga datang dan menangis, Jiji angga berkata : “semua salahku, jika aku mengajakmu dengan ku untuk pergi beristirahat maka ini tidak akan terjadi.” dia menangis tersedu-sedu.

jalal datang ke sana dengan wajah yang sedih, semua orang melihat kearahnya.

Jalal mengingat kembali bagaimana atgah selalu memanjakannya, bagaimana ia menggunakan dirinya untuk melindungi jalal, bagaimana atgah mengatakan bahwa ia akan bertarung dengan orang yang mencoba untuk menyerang jalal walaupun nyawa sebagai taruhannya.

jalal mengulurkan tangan dan berdoa untuk jiwa atgah. jodha juga mengucapkan beberapa baris doa untuk ketenangan jiwa atgah.

Di tempat lain javeda datang ke mayat adham dan mengatakan : “Kau tidak bisa pergi seperti ini, mengapa kau meninggalkan kami begitu cepat, aku butuh kau, siapa yang akan jadi jaminanku, aku akan tinggal dimana sekarang ?. Kau tidak dapat melakukan ini kepada kami”.

Jalal selesai shalat mayat dan mendekati atgah, ia menyentuh wajah atgah dan menangis dalam diam di depan mayat atgah, jalala tampak sangat terpukul dan bersedih, ia tak bisa mengendalikan dirinya dan menangis, dia terus melihat tubuh atgah dan menangis. Hamida datang ke jalal, mereka berdua menangis.

Maham sedang berada diruangan , dia mengatakan : “tidak ada yang bisa terjadi pada anakku adham, aku akan pergi dan bertemu dengannya.”

Pelayan menghentikannya untuk pergi keluar. Lalu kata Maham : ” bagaimana bisa kau menghentikan aku?”.

Hamidah datang ke sana, dan maham berkata : “aku akan pergi melihat adham”.

Hamida menyahut : “kendalikan dirimu”.  Sementara itu, jalal datang  juga.

Maham berkata kepada hamida : “Aku hanya ingin melihat adham”.

Jawab Hamida : “Ini akan menjadi lebih baik bagimu jika kau tidak pergi melihatnya”.

Maham : “kau mengatakan ini karena jalal tak menginginkannya, aku mohon, tolong beritahu aku dimana adham, aku ingin melihat adham walaupun hanya untuk sekali, semua orang di sini mengatakan adham..”

Maham tidak bisa meneruskan ucapannya karena dia menangis, dan berkata lagi : ” Aku tidak percaya ini, tidak ada yang bisa terjadi pada Adham, ia orang yang kuat, tidak ada yang bisa terjadi padanya, aku hanya ingin membuktikannya, biarkan aku melihatnya sekali, tolonglah meminta izin pada jalal”.

Maham datang menemui jalal dan berkata : “Aku salah, karena itu kau pantas menghukumku hidup seperti ini,aku tidak akan mengatakan apa-apa tapi tolong terima permintaanku ini, aku hanya ingin melihat adham untuk sekali saja, sebenarnya aku melihat darah di wajah mu jalal sehingga aku mendapatkan berpikiran yang salah tentangmu, aku tahu adham masih ada, dia masih hidup, tolong beritahu aku, aku ingin bertemu dengannya”.

Maham bersimpuh di kaki jalal sambil menangis dan berkata : “aku mohon, aku meminta mu, Kau bagian dari Tuhan, kau adalah raja, aku melayani kau selama bertahun-tahun, tolong beritahu aku, aku ingin melihat adham sekali ini, tolong izinkan aku sekali saja.”

Jalal dengan emosi melihat maham, jodha menenangkan jalal dengan menempatkan tangannya di bahu jalal. Baiklah aku mengijinkanmu, maham segera menghapus air matanya karena bahagia diizinkan bertemu adham, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada jalal, dia akan pergi tapi ia berbalik dan bertanya: “di mana adham berada?” jalal menunjukkannya, lalu mahal pergi menemui adham, ia tampak seperti orang yang tampak lemas.
Lanjut Halaman Berikutnya –>