
Pringsewu (LW): Ari Subawanti, seorang ibu rumah tangga yang hidup dengan keterbatasan ekonomi berhasil membudidayakan limbah cabai busuk untuk dijadikan bibit atau tanaman cabai.
Cabai rawit merupakan salah satu tanaman yang paling mudah dirawat dan juga merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan kebutuhannya yang terus meningkat, menjadikannya sebagai salah satu tanaman cabai paling menguntungkan.
Saat ditemui di kediamannya di desa Pandan Surat, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Ari mengatakan ia dan keluarga merasakan efek dari masa pandemi covid-19 ini membuat dirinya dan keluarga kekurangan ekonomi.
Dengan memanfaatkan limbah cabai yang dikumpulkan dari pedagang di pasar dan sudah tidak layak dijual, ia dapatkan dengan gratis dari penjual dan memanfaatkan limbah tersebut untuk bercocok tanam dirumahnya.
Tidak hanya cabai, limbah tomat yang sudah busukpun ia manfaatkan untuk bercocok tanam bahkan sekarang seperti bercocok tanam jahe, lancang, dan pangkal seledri yang dibuang.
Ia pun memanfaatkan dari limbah-limbah yang ada seperti memanfaatkan pupuk mengunakan air beras yang difermentasi, pupuk kandang dan limbah plastik untuk media bercocok tanam.
Saat pandemi covid-19 ia mengaku sudah beberapa kali panen cabai, tomat dan jahe untuk di jual sehingga mampu mencukupi kebutuhan ekonomi di keluarganya.
“Saya berharap agar masyarakat juga dapat memanfaatkan limbah yang ada untuk dapat dibudidayakan dan memanfaatkan lahan yang ada untuk dapat bercocok tanam,” jelasnya. (Kris)









