Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Pandangan Perspektif Taufik Basari Tentang Pengungsi Rohingya dan Palestina


Lampung Selatan (LW): Anggota DPR RI Taufik Basari memberikan pandangan umum tentang bagaimana kita dapat mendekati perbedaan persepsi atau pandangan masyarakat terhadap pengungsi Rohingya dan Palestina.

Perbedaan persepsi dapat muncul karena banyak faktor, termasuk aspek budaya, sejarah, media, dan pengalaman pribadi. Sikap terhadap dua kelompok pengungsi ini bisa bervariasi tergantung pada sudut pandang individu atau kelompok. Beberapa mungkin lebih akrab dengan satu konflik daripada yang lain, dan ini dapat mempengaruhi persepsi mereka.

Hal ini disampaikan Taufik Basari saat melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Wonodadi, Tanjung Sari, Lampung Selatan (18/11).

Menurut Taufik, dalam mendekati perbedaan ini, penting untuk pemahaman yang mendalam yakni mempelajari lebih banyak tentang konflik di Myanmar dan Palestina, termasuk sejarahnya, dapat membantu memahami latar belakang masing-masing konflik dan kompleksitasnya.

“Kita juga harus mempertahankan sikap terbuka dan empati terhadap penderitaan dan perjuangan kedua kelompok tersebut dan juga mengakui bahwa setiap konflik memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan manusia,” kata Taufik.

Selain itu, menurut Ketua Fraksi NasDem MPR RI ini, berpartisipasi dalam dialog dan berbagi informasi dapat membantu membangun pemahaman bersama dan memecah ketidaksetujuan yang mungkin muncul. Pendidikan dan penyebaran informasi yang akurat juga penting untuk membentuk pandangan yang seimbang.

“Mengingat bahwa setiap konflik dan kelompok pengungsi memiliki dampak global, pertimbangkan bagaimana isu-isu ini terhubung dan relevan dalam skala dunia.
Selanjutnya, fokus pada upaya kemanusiaan dan kepedulian terhadap penderitaan manusia dapat menjadi titik persamaan yang kuat. Semua orang berhak mendapat bantuan dan dukungan,” urainya.

Menjaga dialog terbuka dan menghormati perspektif yang berbeda, tentunya dapat membantu masyarakat untuk berbicara dan bekerja sama, meskipun mereka mungkin memiliki pandangan berbeda tentang berbagai isu.

“Dalam menanggapi orang-orang yang membedakan pengungsi Palestina dan Rohingya, penting untuk mempromosikan pemahaman, empati, dan dialog konstruktif,” kata dia. (*)