
Yuvi sempat menyembunyikan Vishnu sebentar di rumahnya. Vishnu masih belum sadarkan diri, Mukhta bahkan sempat merasakan keberadaan Vishnu saat dia berkunjung ke rumah Yuvi untuk urusan pekerjaan.
Yuvi melihat Mukhta hampir membuka pintu kamar tempat Vishnu disembunyikan, ia cepat-cepat mengalihkan perhatian Mukhta. Yuvi bertindak seperti pahlawan, ia berjanji kepada Mukhta akan segera mencari keberadaan Vishnu.
Setelah Mukhta pulang, Yuvi menyuntikkan obat2an hingga overdosis kepada Vishnu dan membawanya ke rumah sakit untuk dirawat.
Yuvi datang ke rumah Takhur.
Yuvi : Mukhta, Vishnu sudah ditemukan. Aku sudah memenuhi janjiku kepadamu untuk menemukan Vishnu.
Mukhta : Dimana dia?
Yuvi : Dia ditemukan didekat kawasan lokalisasi.
Mr. rathore : Siapa kau?
Yuvi : Aku adalah bos nya Mukhta.
Mereka semua bergegas pergi ke rumah sakit tempat Vishnu dirawat, suster/dokter berkata hanya 1 kerabat yang boleh masuk kedalam kamarnya, Mukhta langsung masuk kedalam. Mukhta meneteskan airmata melihat kondisi Vishnu.
Mukhta : Kemana saja kau? Aku bersumpah tidak akan membiarkanmu kemana-kemana lagi sekarang.
Mukhta menangis sambil mengecup tangan Vishnu, seorang dokter memintanya keluar karena kondisi Vishnu masih kritis.
Di koridor rumah sakit, Mr. rathore mengucapkan terimakasih kepada Yuvi. Yuvi teringat dengan pertemuan pertamanya dengan Mr. rathore di kasino milik Mr. rathore dulu.
Yuvi : Aku senang bisa melakukan sesuatu untuk Mukhta.
Dokter menjelaskan kondisi Vishnu kepada Mukhta dan keluarganya.
Dokter : Kondisinya sangat kritis, ada luka serius dikepalanya. Denyut nadinya menurun, dia sedang koma sekarang.
Tuan Takhur : Apa dia akan baik-baik saja?
Dokter : Kami baru bisa memberitahunya setelah melakukan beberapa pemeriksaan.
Tapasya : Semuanya akan baik-baik saja Mukhta.











