Sinopsis Uttaran Hari Ini, Jumat 29 April 2016 : Episode 222

Lampungway.com – Sinopsis Uttaran Hari Ini, Jumat 29 April 2016 : Episode 222. Pada Episode Sebelumnya, Tuan Takhur melihat mereka (Perdebatan Nenek dan Mukta) dari belakang, ia terharu dengan kata2 Mukhta. Tuan Takhur berkata kepada nenek,”Ibu dengar itu? Hari ini adalah generasi baru dari kisah barang bekas dan kebencianmu. Aku tidak ingin melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan kepada Pushkar (mengusirnya) karena aku masih menghormatimu. Ibu membawa banyak masalah kedalam hidup putriku, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri. Aku senang kau tidak bisa melakukannya kepada cucuku, apa yang tidak bisa dikatakan Tapasya kepadamu telah dikatakan oleh putrinya. Hari ini, aku sangat bahagia, akhirnya Mukhta menyadari sifat aslimu”,
Tuan Takur Terharu Pada Mukta-Uttaran Episode 222
Tuan Takhur berkata kepada Mukhta,”Tapasya ku telah mengambil jalan yang salah, aku merasa sangat terluka setiap kali memikirkannya. Aku menyalahkan diriku sendiri. Sepanjang hidup Tapasya, nenek buyutmu menuntunnya ke jalan yang salah dan menghasutnya, Tapasya yang malang.. Nenek buyutmu mencoba melakukan hal yang sama padamu, tapi aku senang akhirnya kau mengetahui kebenaran dan kebohongannya”.
Mukhta berkata kepada nenek, “Aku telah menghina kakek karena dirimu. Sekarang aku tidak punya kata2 lagi untuk meminta maaf kepadanya. Dia telah kehilangan banyak hal. Aku memohon dengan menangkupkan kedua telapak tanganku dan memintamu untuk tidak meracuni kehidupanku, kehidupan Meethi dan kehidupan bibi Ichcha lagi!”.
Tuan Takhur berkata, “Ibu, Mukhta sudah mengambil keputusannya, sekarang apapun keputusanmu, kau harus memutuskannya sendiri”. Nenek pergi meninggalkan mereka dengan wajah kesal.
Setelah nenek pergi, Mukhta bertanya kepada Tuan Takhur,”Boleh aku bertanya 1 hal? Mengapa bibi Ichcha tidak tinggal bersama keluarganya? Aku ingin tau seluruh kebenaran tentang ibuku dan bibi Ichcha.Tolong beritahu aku”.
Tuan Takhur menceritakan seluruh kisah hidup Tapasya&Ichcha, ia lalu berkata kepada Mukhta,”Aku tidak mengerti mengapa semua ini terjadi kepada putriku, jika dia sangat menyayangiku, mengapa dia pergi tanpa mengatakan apapun kepadaku? Kita hanya akan mengetahui jawaban dari pertanyaan ini ketika Tapasya kita kembali.”

<–Sebelumnya |||| Selanjutnya–>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *