
Vishnu sudah mempersiapkan kejutan Valentine untuk Mukhta, ia membuat makan mlm romantis yang sederhana, memasak semua makanan sendiri & memberikan kartu Valentine buatannya sendiri kepada Mukhta.
Vishnu : Selamat hari Valentine. Aku mencintaimu. Hidupku tak akan seindah ini tanpamu.
Mereka lalu berpelukan sambil mengucapkan kata cinta.
Di rumah Bundela, Meethi masuk kedlm kamar melihat Akash sedang berdiri didekat jendela.
Akash : Aku tidak mengerti dengan apa yang kau lakukan. Apa kau tidak mengenal ibu? Mempercayainya lagi setelah mengetahui segalanya? Kau tau benar kalau dia pernah memanfaatkanku utk melawanmu. Mana mungkin aku melupakan hari-hari saat kita di Aatishgarh? Mempercayainya lagi bukanlah tindakan yang benar.
Akash : Dia melakukan segalanya utk membalas dendam pada ibumu. Mungkin dia juga punya dendam pada Ambika/keluarganya. Skrg Ambika ada diposisimu saat itu. Dia melakukan hal yang sama kepada Ambika seperti yang pernah dia lakukan padamu!Aku tidak akan pernah memaafkannya.
Meethi : Kau benar, tapi ada benarnya juga yang dikatakan ibu. Pernikahanmu dan Ambika pernah gagal, karena itu dia merasa terluka dan mungkin lukanya belum sembuh. Mungkin itu alasannya Ambika ingin balas dendam pada kita.
Pintu kamar mereka tiba-tiba terbuka, Ambika bersembunyi disebalik dinding. Ambika kemudian kembali ke kamarnya dengan perasaan gelisah.
Sankrant : Aku sudah menunggumu.
Sankrant menutup pintu kamar mereka.
Sankrant : Ini adalah hari Valentine. Di Aatishgarh kita merayakan hari holi tapi orang-orang kota merayakannya di hari Valentine, jadi aku menyiapkan hadiah pertama di hari Valentine pertama kita.
Sankrant menyerahkan hadiahnya pada Ambika, setelah sedikit memaksa, Ambika akhirnya melihat hadiahnya, gaun mlm utk Ambika.
Ambika : Apa kau sudah kehilangan akal berfikir kalau aku akan memakai pakaian seperti ini?
Sankrant : Apa salahnya memakai itu untuk suamimu? Pakailah sekali utkku.
Ambika : Tidak, tidak, tidak!
Ambika melempar bungkus hadiahnya dengan kesal, ia berfikir, “Suamiku yang sudah kehilangan akal ini ingin merayakan hari Valentine sedangkan aku merasa gelisah, bagaimana kalau Meethi merusak permainanku. Bagaimana kalau dia mengalahkanku? !”.











