Bandarlampung (LW): Pemerintah telah mengambil beberapa langkah strategis untuk mensosialisasikan empat pilar MPR RI (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945) kepada anak-anak bangsa sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mencerdaskan masyarakat dan memperkuat peradaban Indonesia.
Hal ini disampaikan Ketua Fraksi NasDem MPR RI Taufik Basari saat melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sukabumi, Bandarlampung (5/5).
Beberapa upaya tersebut di antaranya melalui kurikulum Pendidikan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
merupakan mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Materi pelajaran ini dirancang untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai dasar negara, seperti yang terkandung dalam empat pilar MPR RI, kepada siswa.
“Kemudian melalui upacara Bendera Mingguan. Pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah setiap hari Senin juga menjadi sarana penting dalam menyampaikan dan mengingatkan siswa
tentang nilai-nilai luhur bangsa, termasuk sila-sila Pancasila dan semangat Bhinneka
Tunggal Ika,” ucap Taufik.
Lanjut Taufik, upaya lainnya yakni Peringatan Hari Nasional. Hari-hari besar nasional seperti Hari Sumpah Pemuda,
Hari Pendidikan Nasional, dan Hari Pancasila dimanfaatkan oleh pemerintah dan sekolah-sekolah untuk melakukan kegiatan edukatif yang mengajarkan tentang sejarah dan nilai-nilai dasar negara.
“Namun, mengenai pertanyaan apakah upaya tersebut sudah cukup dan efektif, saya percaya masih ada ruang untuk perbaikan. Meskipun kurikulum sudah mencakup materi tentang empat pilar ini, penting untuk memastikan bahwa pengajaran tidak hanya terjadi secara teoritis tetapi juga praktis,” jelasnya.
Taufik juga menjelaskan, penguatan empat pilar itu memang sangatlah penting untuk menjaga kesatuan dan kerukunan bangsa ini baik di level masyarakat maupun pemerintahan. Pemerintah sendiri telah mengambil langkah strategis untuk menguatkan empat pilar tersebut utamanya
terhadap para pejabat di pemerintahan melalui langkah-langkah seperti Pendidikan dan Pelatihan.
“Pemerintah telah mewajibkan setiap pejabat pemerintahan mengikuti pendidikan dan pelatihan yang memasukkan kurikulum tentang empat pilar MPR RI. Ini termasuk pelatihan kepemimpinan di lembaga-lembaga seperti Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) yang menekankan pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai fundamental negara,” jelasnya.
Kemudian, Kampanye Nasional. Pemerintah secara rutin melaksanakan kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang empat pilar tersebut, khususnya dalam peringatan hari-hari nasional dan peristiwa penting lainnya.
“Selanjutnya pengawasan dan evaluasi. Adanya mekanisme pengawasan yang ketat dan evaluasi berkala terhadap pejabat dan institusi pemerintah untuk memastikan bahwa mereka bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh empat pilar MPR RI,” jelasnya. (*)









