Lampung Tengah (LW): Ketua Harian DPD Golkar Lampung, Riza Mirhadi, mengingatkan seluruh kader untuk tidak melupakan mandat sejarah partai sebagai pejuang aspirasi rakyat. “Golkar lahir untuk membawa suara rakyat. Maka kader harus dekat, peduli, hadir, dan melayani mereka yang sedang kesulitan,” tegas Riza, saat menyampaikan sambutan mewakili Ketua DPD Golkar Lampung Hanan A. Rozak pada puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Kantor DPD Golkar Lampung Tengah, Sabtu (25/10).
Turut hadir Bendahara Golkar Lampung Tony Eka Candra, serta sejumlah elite Golkar: Fauzi, Darlian Pone, Benson Wertha, Khairul Bahkti, Muhidin, dan sejumlah anggota fraksi DPRD.
Golkar, yang pada 20 Oktober 2025 memasuki usia 61 tahun dengan mengusung tema nasional “Golkar Solid, Indonesia Maju”, ditegaskan Riza semakin meneguhkan diri untuk kembali merapatkan barisan ke tengah masyarakat melalui aksi-aksi sosial, kesehatan, pendidikan, dan keagamaan.
Riza mengingatkan, tagline HUT tahun ini “Suara Rakyat, Suara Golkar” tidak boleh berhenti sebagai slogan. “Menjenguk warga sakit, hadir saat tetangga tertimpa musibah, menolong yang kesulitan ekonomi, itu bukan pilihan. Itu kewajiban kader,” katanya.
Ia juga menegaskan kader tidak dibenarkan memamerkan kemewahan di tengah kesulitan rakyat.
Riza kembali mengutip doktrin lama yang diwariskan sejak kelahiran Golkar tahun 1964: Karya Siaga Gatra Praja. “Karya siaga artinya setiap kader bekerja profesional sesuai bidangnya, gatra praja bermakna Golkar selalu membela pemerintah. Siapapun pemerintahnya, Golkar ada sebagai bagian yang menguatkan,” tegasnya.

1.000 Sembako, Donor Darah, dan Pengobatan Gratis
Perayaan puncak HUT Golkar di Lampung Tengah diramaikan dengan pembagian 1.000 paket sembako, aksi donor darah, dan layanan pengobatan gratis. Antusiasme warga dan kader tampak tinggi mengikuti rangkaian kegiatan yang dinilai konkret menyentuh kebutuhan rakyat.
Ketua DPD Golkar Lampung Tengah Musa Ahmad menegaskan, usia 61 bukan sekadar angka, melainkan ukuran kedewasaan dalam pengabdian. “Golkar tidak boleh kehilangan sentuhan kemanusiaan. Partai ini lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan harus terus berbuat untuk rakyat,” ujarnya. (*)











