Lampung Tengah (LW): Kunjungan reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Ni Ketut Dewi Nadi di Kampung Terbanggi Subing, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, menjadi ajang curhat bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari kerusakan infrastruktur jalan, persoalan irigasi pertanian, hingga kebutuhan bantuan untuk sektor ekonomi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah lebih serius memperhatikan kondisi infrastruktur dasar di wilayah mereka. Jalan lingkungan yang rusak serta saluran irigasi yang belum optimal disebut menjadi kendala utama bagi aktivitas masyarakat, terutama petani.
Ni Ketut Dewi Nadi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan momen penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, berbagai keluhan yang disampaikan warga akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan di tingkat provinsi.
Ia mengatakan, sektor pertanian di Lampung Tengah harus menjadi perhatian serius karena menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap perbaikan irigasi, akses jalan produksi, hingga bantuan sarana pertanian perlu terus diperjuangkan.
“Kami datang ke sini untuk mendengar langsung suara masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan warga akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan di DPRD agar bisa masuk dalam program pembangunan,” ujarnya (5/3).
Selain infrastruktur dan pertanian, warga juga menyoroti kebutuhan peningkatan layanan sosial serta dukungan bagi pelaku usaha kecil yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Ni Ketut Dewi Nadi menilai aspirasi masyarakat di tingkat kampung sering kali menjadi gambaran nyata kondisi pembangunan di daerah. Karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai usulan yang disampaikan warga agar tidak berhenti sebatas catatan reses.
Kegiatan reses ini juga dihadiri tokoh masyarakat, aparatur kampung, serta sejumlah perwakilan kelompok masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Bagi warga Terbanggi Subing, pertemuan tersebut menjadi harapan baru agar berbagai persoalan yang selama ini mereka rasakan dapat segera mendapat perhatian dan solusi dari pemerintah melalui jalur legislatif. (*)











