Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Pengusaha Singkong Turun Tangan, DPRD Lampung Soroti Minimnya Perhatian Jalan Bumi Aji

Bandarlampung (LW): Aksi pengusaha singkong di Kampung Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, yang memperbaiki jalan rusak secara swadaya mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan Lampung Tengah, Miswan Rody.

Menurut Miswan, ruas jalan di Dusun Banyuwangi tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas pertanian masyarakat dan sudah lama membutuhkan perhatian serius pemerintah.

“Itu jalan usaha tani. Memang jalan itu sangat dibutuhkan para petani untuk keluar masuk angkutan hasil pertanian maupun aktivitas masyarakat menuju lahan garapan,” ujar Miswan, Kamis (7/5).

Ia menggambarkan kondisi jalan semakin memprihatinkan saat musim hujan tiba. Jalan berlubang dan berlumpur membuat kendaraan sulit melintas, termasuk mobil pengangkut hasil panen.

“Kalau musim hujan sangat miris. Mobil dan kendaraan susah masuk,” katanya.

Miswan juga mengapresiasi langkah pengusaha singkong setempat yang rela mengeluarkan dana pribadi demi memperbaiki akses jalan masyarakat.

“Untung ada warga masyarakat yang peduli. Walaupun bukan ASN dan bukan kepala daerah, tapi mau bekerja sama membantu masyarakat,” ucapnya.

Politisi Lampung Tengah itu menilai perhatian pemerintah terhadap pembangunan di Kampung Bumi Aji masih sangat minim, padahal wilayah tersebut memiliki potensi besar di sektor perkebunan dan pertanian.

“Bumi Aji ini kampung besar dan punya potensi pertanian serta perkebunan yang besar, tapi pembangunan masih kurang diperhatikan,” tegasnya.

Sorotan serupa juga disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Elsan Tomi Sagita. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Menurut politisi Partai Golkar itu, pembangunan harus difokuskan pada ruas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan distribusi ekonomi.

“Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Lampung Tengah harus membangun berdasarkan skala prioritas,” ujar Tomi, Kamis (7/5).

Ia juga menyoroti maraknya kendaraan angkutan bertonase berlebih yang menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan di berbagai wilayah.

“Pengusaha angkutan harus patuh terhadap jumlah tonase yang sudah ditetapkan, baik di jalan kabupaten, provinsi maupun nasional,” tegasnya.

Diketahui, ruas jalan sepanjang sekitar tiga kilometer di Dusun Banyuwangi, Kampung Bumi Aji, selama ini dikeluhkan warga akibat rusak parah dan dipenuhi lubang.

Jalan tersebut kini mulai diperbaiki secara bertahap oleh pengusaha lapak singkong setempat, Kurniawan, menggunakan dana pribadinya. Ia menyewa alat berat untuk meratakan akses penghubung Dusun Banyuwangi menuju Kampung Sulusuban demi memperlancar mobilitas warga dan distribusi usaha.

“Sudah sering ditimbun, tapi tidak bertahan lama karena mobilitas di sini cukup tinggi,” ujar Kurniawan.

Meski dilakukan secara swadaya, ia berharap pemerintah daerah turun tangan dan memberi perhatian serius terhadap infrastruktur desa yang dinilai sangat menentukan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *