Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Turun ke Desa, Ketut Dewi Nadi Perkuat Benteng Ideologi Warga

Lampung Tengah (LW): Di tengah arus perubahan sosial yang kian cepat dan tantangan kebangsaan yang tak lagi kasat mata, upaya meneguhkan kembali fondasi ideologi negara menjadi semakin mendesak. Dari desa ke desa, penguatan nilai-nilai kebangsaan kini tak bisa lagi sekadar seremoni.

Anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, turun langsung menyapa masyarakat dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kampung Lempuyang, Kecamatan Way Pangubuan, Sabtu (28/3).

Kegiatan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat. Dalam suasana yang hangat, warga diajak kembali memahami nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari toleransi, gotong royong, hingga menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Ni Ketut Dewi Nadi yang juga anggota komisi IV DPRD Lampung ini menegaskan, penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari tingkat paling bawah. Menurutnya, desa menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dari berbagai ancaman, baik yang bersifat ideologis maupun sosial.

“Pancasila bukan hanya dihafal, tapi harus dihidupkan dalam keseharian. Di tengah derasnya informasi dan pengaruh luar, masyarakat harus punya filter yang kuat,” ujarnya di hadapan warga.

Ia juga menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan sebagai benteng menghadapi polarisasi dan potensi perpecahan. Menurutnya, tantangan bangsa hari ini tidak selalu datang dalam bentuk konflik terbuka, tetapi bisa menyusup melalui disinformasi, intoleransi, hingga lunturnya rasa kebersamaan.

Warga yang hadir pun terlihat antusias, aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan terkait kondisi sosial di lingkungan mereka. Harapannya, kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Di tengah dinamika zaman, penguatan ideologi Pancasila bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dan dari Lempuyang, pesan itu kembali ditegaskan: menjaga Indonesia dimulai dari kesadaran kolektif di akar rumput. (LW)