Bandarlampung (LW): Penundaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Lampung tidak membuat persiapan calon peserta didik terhenti. Dinas Sosial Provinsi Lampung memastikan proses pembekalan tetap berjalan dengan melibatkan orang tua dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sambil menunggu penyelesaian sarana sekolah.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan penundaan MPLS dilakukan semata-mata untuk memastikan kesiapan fisik gedung Sekolah Rakyat permanen sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung optimal. Hal itu disampaikannya usai mengikuti hearing bersama Komisi V DPRD Provinsi Lampung, kemarin.
Meski jadwal MPLS bergeser, pihak sekolah tetap diminta aktif melakukan sosialisasi kepada calon siswa. Pendamping PKH yang sejak awal terlibat dalam proses penerimaan peserta didik ikut berperan menyampaikan informasi kepada keluarga.
Menurut Aswarodi, pembekalan dilakukan secara daring dengan memanfaatkan perangkat komunikasi milik orang tua. Sementara bagi keluarga yang belum memiliki fasilitas tersebut, pendamping PKH akan mendatangi rumah untuk memastikan informasi tetap tersampaikan.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan lingkungan sekolah, persiapan mengikuti MPLS, hingga perlengkapan yang harus dibawa saat kegiatan belajar dimulai.
“Yang ditunda hanya pelaksanaan MPLS karena penyelesaian sarana sekolah. Program pendidikannya tetap berjalan dan seluruh calon siswa tetap kami siapkan,” ujarnya.
Aswarodi menambahkan, langkah tersebut dilakukan agar para calon peserta didik tetap memiliki kepastian dan kesiapan sebelum memasuki masa belajar di Sekolah Rakyat.
Saat ini, progres pembangunan sarana Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 92 hingga 93 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung 100 persen pada 31 Juli 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai rencana. (LW)











