Bandarlampung (LW): Menguatnya arus informasi, maraknya hoaks, hingga memudarnya semangat persatuan menjadi tantangan serius bagi kehidupan berbangsa. Menjawab kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Imelda SH, turun langsung ke tengah masyarakat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Pekon Talagening, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (25/7).
Imelda menegaskan, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau slogan seremonial. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang mengancam persatuan bangsa.
Menurutnya, derasnya penyebaran informasi di era digital menuntut masyarakat memiliki filter yang kuat. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila menjadi benteng utama untuk menangkal paham radikalisme, intoleransi, politik adu domba, hingga penyebaran berita bohong yang dapat merusak harmoni sosial.
“Persatuan bangsa tidak lahir begitu saja. Ia harus terus dijaga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Imelda.

Ia juga mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta memanfaatkan media sosial secara bijak agar tidak menjadi ruang penyebaran kebencian dan perpecahan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat. Melalui forum tersebut, Imelda berharap semangat kebangsaan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar menjadi karakter masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.
“Ketika Pancasila hidup di tengah masyarakat, maka persatuan akan tetap terjaga dan Indonesia akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya. (LW)











