Bandarlampung (LW): Maraknya penggunaan gadget pada anak usia dini kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak terlalu lama terpapar layar gawai tanpa pengawasan karena berisiko mengganggu tumbuh kembang mereka.
Menurut Andika, salah satu dampak yang kerap muncul adalah keterlambatan berbicara (speech delay) akibat anak terlalu sering mengonsumsi tayangan digital yang bersifat pasif.
“Penggunaan gadget memang tidak bagus untuk pertumbuhan anak, terutama usia dini. Anak yang terlalu sering menonton tayangan tertentu bisa mengalami speech delay atau terlambat bicara,” kata Andika, Kamis (30/7).
Ia menjelaskan, konten dengan dominasi warna mencolok, animasi yang bergerak cepat, serta audio yang terus-menerus dapat membuat anak terlalu fokus pada layar sehingga mengurangi interaksi sosial yang menjadi faktor penting dalam perkembangan bahasa.
“Anak menjadi ketergantungan karena terus disuguhi tayangan yang menarik perhatian. Akibatnya, mereka lebih banyak menerima stimulasi dari layar dibanding berkomunikasi dengan orang di sekitarnya,” ujarnya.
Karena itu, Andika meminta para orang tua lebih selektif dalam memilih tontonan serta membatasi durasi penggunaan gadget, khususnya video-video pendek bagi anak.
“Yang paling penting adalah pengawasan orang tua. Kita harus benar-benar tahu apa yang ditonton dan dimainkan anak. Jangan sampai gadget justru menggantikan peran keluarga dalam mendidik dan berinteraksi dengan anak,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era digital. Menurutnya, gadget boleh dimanfaatkan sebagai sarana belajar, tetapi penggunaannya harus dibatasi dan disesuaikan dengan usia anak.
Jihan menegaskan, interaksi langsung antara orang tua dan anak tetap menjadi kebutuhan utama untuk membangun kemampuan berkomunikasi, perkembangan emosional, serta karakter anak.
“Pendidikan pertama bagi anak ada di keluarga. Orang tua harus hadir, memberi perhatian, mendampingi, dan mengawasi penggunaan gadget agar tidak berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak,” ujar Jihan.
Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan pola asuh yang sehat, sehingga anak-anak dapat tumbuh optimal tanpa bergantung pada layar gawai. (LW)











