Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Reses di Gaya Baru III, Ketut Dewi Nadi Dicurhati Jalan Rusak hingga Bantuan Ambulans

Lampung Tengah (LW): Suara masyarakat dari dua kecamatan bertemu dalam agenda reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi. Dalam Reses yang digelar di Kampung Gaya Baru III, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah (11/8), beragam kebutuhan pembangunan kembali dititipkan kepada wakil rakyat.

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dari Kecamatan Seputih Surabaya dan Kecamatan Bandar Surabaya. Hadir pula kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), perangkat Kampung Gaya Baru III, staf kecamatan, Camat Seputih Surabaya, perwakilan Kecamatan Bandar Surabaya, PAC PDI Perjuangan, tokoh adat hingga tokoh agama.

Aspirasi yang muncul pun cukup beragam. Mulai dari kebutuhan infrastruktur, penerangan jalan, penguatan ekonomi kampung, pelayanan kesehatan hingga pengembangan sektor peternakan.

Salah satu aspirasi utama warga adalah pembangunan jalan cor beton sepanjang sekitar dua kilometer dengan lebar tiga meter. Dalam dokumen aspirasi masyarakat, jalan tersebut tercatat sebagai jalan provinsi.

Bagi warga, perbaikan jalan menjadi kebutuhan mendesak karena infrastruktur merupakan urat nadi mobilitas sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak hanya jalan, persoalan penerangan juga menjadi perhatian. Warga mengusulkan lampu jalan karena sepanjang jalan raya disebut masih minim penerangan dan sebagian lampu mengalami kerusakan.

Kebutuhan penerangan dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.

Dari sektor ekonomi, masyarakat mengusulkan bantuan modal usaha untuk BUMKampung Makmur. Dukungan tersebut diharapkan mampu mengembangkan usaha kampung sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Sementara di bidang kesehatan, warga meminta bantuan satu unit ambulans untuk kampung. Keberadaan kendaraan layanan tersebut dinilai penting untuk mempercepat akses masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan maupun rujukan.

Aspirasi lainnya datang dari sektor peternakan berupa bantuan pengadaan bibit ternak. Program tersebut diharapkan dapat mendorong ekonomi produktif sekaligus memperkuat sumber pendapatan masyarakat.

Berbagai usulan tersebut menjadi bagian dari catatan Ni Ketut Dewi Nadi dalam menjalankan fungsi penyerapan aspirasi masyarakat melalui reses.

“Kebutuhan masyarakat di tingkat bawah ternyata tidak hanya berkutat pada pembangunan fisik. Infrastruktur, ekonomi kerakyatan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat menjadi rangkaian kebutuhan yang saling berkaitan,” jelas Dewi Nadi.

Bagi Ni Ketut Dewi Nadi, reses menjadi ruang penting untuk mendengar langsung suara masyarakat sekaligus melihat persoalan pembangunan dari dekat.

Aspirasi dari dua kecamatan tersebut selanjutnya menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *