Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Dari Jalan Rusak hingga Ancaman Banjir, Ni Ketut Dewi Nadi Serap Aspirasi Warga di Sari Bhakti

Lampung Tengah (LW): Jalan rusak, akses pendidikan, kebutuhan bedah rumah, fasilitas kesehatan, drainase hingga ancaman banjir dan persoalan irigasi menjadi suara utama masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, di Sari Bhakti (SB 2), Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, Senin (10/8).

Reses tersebut menjadi ruang bertemunya wakil rakyat dengan masyarakat dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Seputih Banyak dan Way Seputih. Beragam aspirasi disampaikan secara langsung, menggambarkan kebutuhan pembangunan yang masih dirasakan masyarakat di tingkat kampung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Seputih Banyak, Camat Way Seputih, Ketua TP PKK kecamatan, Ketua TP PKK kampung, IKWT, tokoh masyarakat serta perwakilan warga dari dua kecamatan.

Aspirasi yang disampaikan pun cukup beragam. Namun, persoalan infrastruktur jalan menjadi benang merah yang paling kuat.

Dari Sari Bhakti, warga mengusulkan pembangunan jalan lapen sepanjang sekitar 1,2 kilometer di Dusun 1. Selain itu, terdapat usulan pembangunan jalan cor sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang dimulai dari jembatan Karangpenang.

Warga juga mengusulkan lanjutan pembangunan jalan lapen sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang menghubungkan Sari Bhakti dengan Raman Utara. Kebutuhan tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, masyarakat turut mengusulkan pembangunan jalan kabupaten sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang kondisinya dinilai sudah rusak. Perbaikan jalan diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik sekaligus meningkatkan konektivitas antarkawasan.

Aspirasi serupa muncul dari wilayah Suko Binangun, Kecamatan Way Seputih. Warga mengusulkan pembangunan jalan kabupaten menuju SMP Negeri di Way Seputih dengan panjang sekitar 7 kilometer.

Jalan tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat sekaligus akses anak-anak menuju sekolah. Karena itu, peningkatan kualitas jalan dinilai bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga menyentuh kepentingan pendidikan dan masa depan generasi muda.

“Ketika akses jalan diperbaiki, mobilitas masyarakat dan anak-anak menuju sekolah menjadi lebih mudah. Ketika sungai dan irigasi ditangani, kita juga membantu menjaga pertanian dan ekonomi masyarakat,” ujar Ni Ketut Dewi Nadi.

Persoalan lingkungan dan pengelolaan air juga menjadi perhatian serius. Warga menyampaikan kebutuhan normalisasi Sungai Seputih sepanjang kurang lebih 5 kilometer.

Normalisasi dinilai mendesak karena aliran sungai berkaitan langsung dengan persawahan dan embung yang menjadi bagian dari sistem pengairan masyarakat. Di sisi lain, ketika debit air meningkat, kawasan sekitar juga menghadapi ancaman banjir.

Aspirasi serupa disampaikan warga terkait normalisasi Bendungan Way Krengseng dengan ukuran sekitar 100 x 500 meter. Penanganan infrastruktur air tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pertanian sekaligus mengurangi potensi persoalan genangan dan banjir.

Di sektor sosial, warga mengusulkan program bedah rumah bagi 10 kepala keluarga. Usulan itu muncul karena masih terdapat rumah warga yang menggunakan dinding papan dan membutuhkan peningkatan kelayakan hunian.

Sementara untuk penguatan ekonomi masyarakat, warga mengusulkan bantuan bibit lele dan bebek guna mendukung kegiatan pemberdayaan PKK. Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan juga masuk dalam daftar aspirasi. Warga mengusulkan satu unit fasilitas kesehatan di Dusun 3 agar pelayanan kesehatan dasar dapat dijangkau masyarakat dengan lebih mudah.

Drainase sepanjang sekitar 3 kilometer juga menjadi kebutuhan yang disampaikan warga. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperbaiki sistem aliran air, mengantisipasi genangan, sekaligus menjaga lingkungan permukiman tetap nyaman.

Ni Ketut Dewi Nadi menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD Provinsi Lampung sesuai kewenangan, skala prioritas dan kemampuan anggaran.

“Aspirasi masyarakat adalah bagian penting dari tugas kami sebagai wakil rakyat. Apa yang disampaikan warga akan kami tampung dan perjuangkan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran,” kata Ni Ketut Dewi Nadi.

Menurutnya, pembangunan harus melihat kebutuhan masyarakat secara utuh dan tidak parsial. Jalan, pendidikan, pertanian, irigasi, fasilitas kesehatan, perumahan hingga pengendalian banjir memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ia menilai pembangunan jalan menuju sekolah, misalnya, bukan semata-mata pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan.

Begitu pula dengan normalisasi sungai dan bendungan. Penanganan infrastruktur air bukan hanya soal mengatasi banjir, tetapi juga menjaga lahan pertanian, mendukung produktivitas petani dan melindungi sumber penghidupan masyarakat.

“Pembangunan harus benar-benar menjawab kebutuhan warga. Apa yang mereka sampaikan dalam reses ini menjadi bahan penting bagi kami untuk memperjuangkannya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian aspirasi yang terkumpul dalam reses di Sari Bhakti menunjukkan satu hal bahwa kebutuhan masyarakat bukan lagi sekadar daftar panjang usulan, melainkan persoalan nyata yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Ada jalan yang harus dibenahi, akses sekolah yang harus dibuka, sungai yang perlu dinormalisasi, rumah warga yang membutuhkan perhatian, fasilitas kesehatan yang harus didekatkan, serta ekonomi masyarakat yang perlu diperkuat. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *