Bandarlampung (LW): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung bergerak cepat menangani nasib siswa SMA Siger setelah yayasan pengelola sekolah tersebut secara resmi menyerahkan penanganan peserta didik kepada pemerintah provinsi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan pihak yayasan telah mengirimkan surat resmi yang meminta Dinas Pendidikan mengambil alih proses penanganan siswa.
“Yayasan sudah mengirim surat resmi kepada kami untuk menyerahkan penanganan siswa. Karena itu, Dinas Pendidikan mengambil alih proses penyelesaiannya agar hak belajar siswa tetap terjamin,” kata Thomas, Kamis (4/6).
Sebagai langkah lanjutan, Disdik Lampung telah mengumpulkan para siswa beserta orang tua di Aula Dinas Pendidikan untuk mendapatkan penjelasan sekaligus menyelesaikan proses administrasi perpindahan sekolah.
Menurut Thomas, seluruh siswa telah dibuatkan surat pernyataan dan fakta integritas sebagai dasar pemindahan ke sekolah baru.
“Hari ini prosesnya sudah berjalan. Mudah-mudahan Jumat selesai seluruh administrasinya dan Senin mereka sudah bisa belajar di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Sebanyak enam sekolah swasta di Kota Bandarlampung telah disiapkan untuk menampung para siswa SMA Siger. Penempatan dilakukan dengan mempertimbangkan domisili masing-masing siswa agar akses pendidikan tetap mudah dijangkau.
Sekolah tujuan tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Kemiling, Kedamaian, Panjang, Rajabasa hingga Kedaton.
Thomas menegaskan langkah tersebut diambil untuk memastikan tidak ada siswa yang kehilangan hak memperoleh pendidikan akibat persoalan yang terjadi di SMA Siger.
“Prinsipnya, jangan sampai anak-anak menjadi korban. Yang terpenting mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan dan kembali belajar secepatnya,” tegasnya. (LW)











