Bandarlampung (LW): Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 bersama ratusan santri di Pondok Pesantren Al Hikmah, Bandar Lampung, Minggu (19/7) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Faksi PKB, di antaranya Fatikhatul Khoiriyah, Sasa Chalim, Seh Ajman dan Abdul Aziz. Hadir pula Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Ahmad Muqhis, Ketua DPC PKB Bandar Lampung dr. Zam Zanaria, serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Al Hikmah.
Mewakili pengurus pondok, Lathoiful Ihsan yang akrab disapa Gus Ican menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai kalangan, khususnya santri dan masyarakat umum.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia yang telah menunjuk Pondok Pesantren Al Hikmah sebagai lokasi kegiatan.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Al Hikmah. Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Dalam suasana santai, Gus Ican turut menyampaikan dukungannya kepada tim Argentina.
“Vamos Argentina,” katanya sambil mengenakan jersey tim nasional Argentina.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang juga Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Chalim, dalam sambutannya mendukung Spanyol dalam laga final tersebut.
“Yang penting Spanyol menang, mau 2-1 atau 3-0,” ucapnya.
Ia menambahkan, sepak bola merupakan olahraga yang dapat dinikmati semua kalangan dan menjadi ruang hiburan bersama, termasuk bagi anak-anak dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kebersamaan dan suasana guyub di tengah masyarakat, apa pun tim yang didukung,” tambahnya.
Perempuan yang akrab disapa Nunik itu juga menjelaskan alasan pemilihan lokasi kegiatan di lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, waktu pelaksanaan pertandingan yang berlangsung hingga dini hari menjadi pertimbangan tersendiri.
“Final berlangsung pada waktu yang kurang ideal di Indonesia. Karena itu, kami memilih lokasi seperti pondok pesantren yang memang sudah memiliki lingkungan kebersamaan dan kesiapan untuk kegiatan hingga malam hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, waktu pertandingan yang berdekatan dengan waktu Subuh juga menjadi pertimbangan tambahan dalam menentukan lokasi kegiatan.
Kegiatan nobar ini berlangsung meriah dengan antusiasme santri dan santriwati. Selain menyaksikan pertandingan bersama, acara juga diisi dengan talkshow serta pembagian doorprize yang semakin menambah semarak suasana. (*)











