Bandarlampung (LW): Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Heni Susilo, mendorong Pemerintah Provinsi Lampung tidak hanya mengandalkan inovasi yang sudah berjalan, tetapi juga lebih agresif menggali sumber-sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini belum dimaksimalkan.
Menurut Heni, masih banyak potensi penerimaan daerah yang belum tergarap secara optimal. DPRD pun terus mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) agar konsisten melakukan pemetaan dan pengembangan sumber-sumber pendapatan baru.
“Selain inovasi yang sudah dilakukan, kita harus mencari titik-titik maupun sumber-sumber lain yang seharusnya menjadi pendapatan daerah, tetapi sampai sekarang belum tergali secara maksimal,” kata Heni, Rabu (22/7).
Ia mencontohkan sejumlah sektor yang masih berpotensi meningkatkan PAD, seperti pajak air permukaan, pajak alat berat, hingga optimalisasi pengelolaan aset milik pemerintah daerah.
“Pendapatan dari pajak air permukaan, alat berat, dan potensi aset daerah masih bisa terus dikuatkan. Semua itu harus dioptimalkan,” ujarnya.
Di sisi lain, aleg Fraksi PKS Lampung ini mengapresiasi kebijakan Pemprov Lampung yang memberikan diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 50 persen pada tahun pertama dan 75 persen pada tahun berikutnya bagi wajib pajak tertentu. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan inovasi yang lebih baik dibanding program pemutihan pajak.
“Kalau menurut saya ini inovasi yang bagus. Dibandingkan pemutihan, program ini lebih menarik dan lebih memberikan edukasi kepada masyarakat untuk taat membayar pajak. Progresnya memang masih berjalan, tetapi saya melihat ini langkah yang positif,” pungkasnya. (LW)











