Bandarlampung (LW): Anggota Komisi I DPRD Lampung, Muhammad Reza Berawi, menilai pernyataan Kapolda Lampung terkait tindakan tegas terhadap pelaku begal merupakan respons atas meningkatnya kerawanan kriminalitas di lapangan.
Menurut Reza, kebijakan tersebut muncul karena aparat kepolisian dihadapkan pada kondisi yang berpotensi menimbulkan efek domino berupa meningkatnya korban akibat aksi kejahatan jalanan.
Ia menyebut dalam situasi tertentu, negara harus mampu menyeimbangkan antara kepastian hukum, aspek kemanusiaan, dan perlindungan terhadap masyarakat luas.
“Ketika semuanya harus dijalankan secara normatif dan prosedural, sementara ancaman di lapangan terus berkembang, maka potensi munculnya korban juga semakin besar,” ujarnya, Senin (25/5).
Reza menilai langkah preventif yang disertai peringatan terbuka kepada pelaku kejahatan dapat dipahami sebagai bentuk antisipasi sebelum tindakan tegas dilakukan aparat.
Menurutnya, pesan yang disampaikan Kapolda Lampung juga menjadi peringatan bahwa setiap tindakan kriminal memiliki konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan.
“Artinya pelaku kejahatan sudah diberikan peringatan terlebih dahulu terkait risiko yang akan dihadapi apabila tetap melakukan tindak pidana,” katanya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut dinilai mengedepankan kepentingan publik yang lebih luas, terutama dalam menjaga rasa aman masyarakat di tengah meningkatnya aksi kriminal jalanan.
Senada, Anggota Komisi I DPRD Lampung, Putra Jaya Umar, menyebut kondisi kriminalitas saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Menurutnya, pelaku kejahatan kini semakin nekat dan berani beraksi secara terang-terangan bahkan di siang hari.
“Kalau dulu malam hari, sekarang siang di depan rumah orang sudah berani. Ini artinya memang sudah urgent,” kata Putra Jaya.
Ia juga menilai kebijakan tegas Kapolda Lampung mulai menunjukkan dampak psikologis terhadap pelaku kriminal. Salah satunya terlihat dari kasus pembunuhan di Metro, di mana pelaku memilih menyerahkan diri hanya sehari setelah kejadian.
“Pelaku takut ditembak, akhirnya menyerahkan diri. Ini sisi positifnya, ada efek jera bagi pelaku kejahatan,” tegasnya. (LW)











