Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate
Berita  

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 340

Ditempat dan waktu yang berbeda, Shariffudin sedang membahas masalah dengan ayahnya beserta menteri lainnya.
Shariff berkata : Jalal sudah gila, dia menurunkan gaji kita, saya tidak akan mau bekerja seperti ini.
Ayah Shariff menyahut : Jalal telah mengisi pengadilan dengan orang-orang Hindu, kita tidak bisa berbuat banyak.
Tiba-tiba Mehtab mulai menangis, ayah shariff meminta shariff untuk menghentikan tangisan anaknya karena takut ada orang lain datang dan mendengarkan percakapan mereka.
Shariff datang ke Mehtab dan menegur anaknya. “Mehtab berhentilah menangis”,
tapi mehtab malah tak mau diam, shariff meminta Mehtab lagi untuk tidak menangis, Mehtab malah menangis lebih kencang ketika melihat wajah ayahnya yg menyeramkan karena marah.
bakshi datang dan mengatakan kepada shariff supaya bersikap sopan pada anaknya karena dia masih kecil dan belum mengerti apapun, dia putri Anda juga.
Sharif bertambah marah dan bertanya dengan kasar dari mana saja kau?
bakshi menjawab : “aku berpikir untuk melakukan pekerjaan lain karena Mehtab sedang tidur”.
shariff : “tanggung jawabmu adalah untuk melihat dan memperhatikan mehtab, jika dia menangis lagi maka saya tidak akan membiarkannya”.
bakshi : “dia putrimu juga”.
Sharif marah dan hendak menampar bakshi tapi ia mengurungkan niatnya, Shariff berusaha meredam amarahnya lalu berkata : “jangan mengerjakan hal lain, tugasmu hanya menangani anakmu”.
Ditempat lain, Dikamar Jodha, Jodha tengah memakaikan pakaian hassan, Jodha berkata pada Moti : saya tidak tahu apakah Ruqaiya telah memberikan susu pada Hussain atau tidak, dia menyuruh memanggil Hoshiyar di kamar, memberinya susu dan memintanya untuk memberikannya kepada Ruqaiya dan menceritakan bahwa Ratu Jodha yang telah mengirim susu ini. Segera kau memberikannya kepada Ruqaiya, Hoshiyar setuju dan pergi dari sana dengan membawa Susu.
Jalal datang ke sana dan duduk di samping Jodha. Jalal mengatakan bahwa Jodha tak boleh khawatir, Ruqaiya akan mengurus hussain dengan baik. Jodha menjawab : “aku tahu dia akan menjadi ibu yang baik tapi aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa tenang, aku merasa khawatir akan keadaan Hussain saat ini”. Kemudian Pelayan datang dan berkata kepada Jalal bahwa Mirza Qasim dan istrinya Zeenat telah datang untuk menemuinya dari Kabul. Jalal tersenyum : “Ini kabar baik, segera beri sambutan kepada mereka di aula dengan hormat, saya akan segera datang.

Lanjut Halaman Berikutnya –>