Bandarlampung (LW): Antusiasme dunia renang nasional terhadap Piala Kemenpora RI 2026 Lampung Fast Swim melampaui ekspektasi. Bahkan, panitia terpaksa menutup lebih awal pendaftaran kategori Fun Swimming setelah jumlah nomor perlombaan yang masuk menembus lebih dari 5.000 nomor.
Ketua Panitia Piala Kemenpora RI 2026 Lampung Fast Swim, Yudha Al Hadjid, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juni jumlah atlet yang telah terdaftar mencapai lebih dari 2.000 peserta, melampaui target awal yang hanya 1.800 atlet.
“Animo masyarakat terhadap olahraga renang di Lampung dan Indonesia luar biasa. Saat ini sudah ada 97 klub renang dari berbagai daerah yang mendaftar dengan total atlet mendekati 2.500 orang,” kata Yudha yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung ini, saat konferensi pers di Bandarlampung, Sabtu (13/6).
Kejuaraan nasional yang akan berlangsung di Kolam Renang Pahoman pada 10-12 Juli 2026 itu menghadirkan dua kategori utama, yakni Championship dan Fun Swimming.
Ketua Bidang Pertandingan, Umar Wardoyo, menjelaskan kategori Championship akan mempertandingkan nomor-nomor resmi yang biasa digunakan dalam ajang nasional seperti PON dan kejuaraan resmi PB Akuatik Indonesia.
“Kami berharap hadir perenang-perenang terbaik nasional dan mampu mencatatkan best time bahkan memecahkan rekor. Kami ingin Piala Kemenpora pertama di Lampung menjadi ajang yang dikenang karena mampu melahirkan prestasi luar biasa,” ujarnya.
Sementara kategori Fun Swimming diperuntukkan bagi perenang usia dini dan pemula, mulai kelompok umur lima tahun ke atas. Tingginya minat peserta membuat panitia mengambil langkah cepat dengan menutup pendaftaran lebih awal demi menjaga kualitas pelaksanaan lomba.
Menurut Umar, keputusan tersebut diambil karena kondisi sarana yang tersedia belum memungkinkan menampung lonjakan peserta hingga lebih dari 7.000 nomor perlombaan.
“Keselamatan dan kenyamanan atlet, terutama anak-anak, menjadi prioritas utama. Jika dipaksakan, pertandingan bisa berlangsung hingga malam hari dan tentu tidak ideal bagi atlet usia dini,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi membludaknya peserta, panitia menyiapkan strategi baru dengan menggelar nomor Championship dan Fun Swimming secara bersamaan dalam satu lokasi dan waktu yang sama.
“Ini terobosan pertama di Lampung. Kami sudah melakukan berbagai simulasi agar pelaksanaan berjalan efektif, aman, dan tetap kompetitif,” tambah Umar.
Kejuaraan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, KONI, Kementerian Pemuda dan Olahraga hingga sponsor utama, Bank Lampung.
Selain menjadi ajang pembinaan atlet, Lampung Fast Swim juga menjadi momentum penguatan sport tourism. Kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga dari berbagai provinsi diproyeksikan akan menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah selama masa liburan sekolah.
Klub-klub besar dari Sumatera Selatan, Jambi, Banten, Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan hingga PPOP Jakarta dipastikan ambil bagian. Sementara 15 klub renang asal Lampung siap menjadi tuan rumah sekaligus bersaing memperebutkan gelar juara.
Seluruh hasil pertandingan nantinya akan tercatat secara resmi melalui sistem Spectra yang terintegrasi dengan database nasional PB Akuatik Indonesia, sehingga prestasi para atlet dapat terpantau dan diakui secara nasional.
“Target kami bukan sekadar sukses penyelenggaraan, tetapi juga melahirkan bibit-bibit atlet masa depan Indonesia. Yang paling utama, event ini harus aman, nyaman, dan membanggakan Lampung di tingkat nasional,” pungkas Yudha.

Dukungan Bank Lampung
Kesuksesan penyelenggaraan Piala Kemenpora RI 2026 Lampung Fast Swim tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satu yang mendapat apresiasi khusus dari panitia adalah Bank Lampung yang turut menjadi sponsor dalam ajang renang nasional terbesar di Provinsi Lampung tersebut.
Ketua Pelaksana Piala Kemenpora RI 2026 Lampung Fast Swim, Yudha Al Hadjid, menyampaikan terima kasih atas komitmen Bank Lampung yang ikut mendorong terselenggaranya kejuaraan yang diikuti ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
“Terima kasih kepada Bank Lampung yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Lampung Fast Swim. Support ini sangat berarti bagi kami untuk menghadirkan kejuaraan yang berkualitas, aman, dan membanggakan Lampung di tingkat nasional,” kata Yudha.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia olahraga dan sektor perbankan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Dukungan tersebut juga menunjukkan kepedulian Bank Lampung terhadap kemajuan olahraga daerah.
Yudha menilai kehadiran Bank Lampung bukan sekadar sebagai sponsor, melainkan mitra strategis dalam mewujudkan event yang membawa dampak luas bagi daerah, mulai dari pembinaan atlet usia dini hingga penguatan sektor pariwisata olahraga atau sport tourism.
“Ajang ini bukan hanya soal perlombaan renang. Kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga dari berbagai provinsi akan memberikan dampak ekonomi bagi Lampung. Karena itu kami sangat mengapresiasi dukungan Bank Lampung yang ikut mengambil peran dalam kesuksesan event ini,” ujarnya. (LW)











