Bandarlampung (LW): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, resmi terpilih sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Lampung yang digelar di Lantai III Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (31/7) malam.
Terpilih secara resmi memimpin organisasi petani terbesar di Lampung, Mirza langsung mematok agenda besar, yakni mengonsolidasikan seluruh organisasi petani dan nelayan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.
Menurutnya, HKTI harus menjadi rumah bersama bagi berbagai organisasi pertanian dan perikanan sehingga setiap program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tentunya kita akan mengonsolidasikan organisasi-organisasi petani dan nelayan, termasuk berbagai pihak terkait, agar sistem yang sudah dibangun pemerintah dalam memperbaiki sektor pertanian bisa berdampak maksimal di Provinsi Lampung,” kata Mirza.
Tak hanya fokus pada penguatan kelembagaan, Mirza juga menyoroti tantangan besar yang kini dihadapi sektor pertanian, yakni musim kemarau yang berpotensi diperparah fenomena El Nino.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna meminimalkan dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
“Kami sudah beberapa kali menggelar rapat menghadapi musim kemarau. Pompa-pompa irigasi juga sudah mulai dijalankan dan kami terus memantau titik-titik yang berpotensi mengalami kekeringan. Insya Allah seluruh titik kering akan segera mendapatkan penanganan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Mirza optimistis, sinergi antara HKTI, pemerintah, petani, nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi kunci memperkuat ketahanan pangan di Lampung sekaligus menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau. Dengan kolaborasi yang solid, ia meyakini sektor pertanian Lampung mampu terus tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (LW)











