Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Mukhlis Basri: Hari Bhakti PUPR Jangan Sekedar Seremonial

Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra Mukhlis Basri berharap Hari Bhakti PUPR Ke-77 tak sekadar menjadi agenda rutin tahunan seremonial belaka, harus sesuai dengan RPJMD pemprov Lampung yang semula ditargetkankab menyentuh angka 78 persen Jalan Mantap.

Mukhlis memang diketahui cukup concern dengan berbagai isu terkait infrastruktur sehingga dalam berbagai kesempatan kerap kali menyinggung bahwa proyek infrastruktur sebaiknya tidak berorientasi hanya pada semangat membangun karya kolosal melainkan juga berorientasi untuk menghadirkan multiplayer effect bagi pertumbuhan ekonomi di Lampung.

“Soal infrastruktur jangan hanya menimbang soal kolosalnya saja. Sebab, ini bukan zaman kerajaan yang gemerlap, kita ingin ada efek domino bagi ekonomi rakyat sekitar,,” jelasnya (6/12).

Lebih lanjut Mukhlis Basri yang merupakan Ketua Gerindra Tanggamus ini menyatakan bahwa apa yang menjadi semangat perjuangannya sebagai anggota legislatif banyak terilhami oleh nilai-nilai patriotisme yang selalu digaungkan Prabowo Subianto ketua Umum Gerindra dalam banyak kesempatan.

Namun demikian, Mukhlis juga mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih oleh Dinas PUPR Provinsi Lampung selama ini. Ia tak menampik bahwa kinerja PUPR dalam hal pembangunan infrastruktur terus bergerak ke arah tren yang positif dua tahun belakangan.

Masih kata dia, ke depan dirinya akan terus menjalankan fungsi pengawasan pada dinas terkait seperti Dinas PUPR guna memastikan capaian yang ditargetkan menemui tujuannya.

“Kami secara intensif sudah membangun jejaring komunikasi dengan PUPR. sejauh ini koordinasi dan pengawasan kami pastikan berjalan sesuai dengan visi pak Gubernur. Intinya kita serius soal ini” tutupnya

Diketahui, Dinas PUPR Provinsi Lampung menargetkan penambahan program Jalan Mantap diharapkan bisa meningkat diangka 75 sampai dengan 78 persen pada 2024 mendatang meskipun sempat terhambat dikarenakan pandemi Covid-19 yang sempat membuat proyek ini mengalami degradasi. (*)