
Bandarlampung (LW): Pada hakekatnya, Pancasila digali dari dasar-dasar praktik hidup dan nilai yang sudah hidup di Indonesia, baik usulan Ir Sukarno, M. Yamin dan Soepomo. Ketiganya memiliki kesamaan, yakni Gotong Royong.
Hal ini disampaikan Anggota DPR RI Dapil Lampung Taufik Basari saat melangsungkan giat sosialisasi empat pilar MPR RI di Kelurahan Susunan Baru, Bandar Lampung, 17 Juni 2022.
Menurut Taufik, dalam sidang tanggal 29 Mei 1945, Moh Yamin telah mengusulkan 5 dasar negara yang disampaikan pada pidatonya secara tidak tertulis. Lima usulan dasar negara tersebut yakni peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.
“Pancasila merupakan dasar Negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai dasar Negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Taufik.
Lanjut Ketua Fraksi NasDem MPR RI ini, sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia, Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai adat-istiadat, nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.
“Nilai yang ada dalam Pancasila memiliki serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kondisi bangsa Indonesia saat ini dapat identifikasi dengan melihat prilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia yang tercermin dari tingkah laku sehari-hari,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya berharap warga Bandarlampung dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “”Generasi muda bangsa harus memahami tentang pentingnya ideologi pancasila. Maka, dengan adanya Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini saya berharap pemuda-pemudi dapat menjaga keutuhan NKRI dengan bergotong royong, saling menghormati, toleransi dan tentunya mencegah paham radikalisme di daerah kita,” ucap Taufik. (LW)











