Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Rezki Wirmandi, menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Kedaton, Selasa (25/11). Kegiatan ini dikemas istimewa karena bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2025.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, dan para warga setempat. Momentum Hari Guru dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bersama tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, beretika, dan cinta tanah air.
Dalam sambutannya, Rezki Wirmandi menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan atau simbol negara, melainkan nilai hidup yang harus tumbuh sejak bangku pendidikan dasar. Ia menilai guru memiliki peran sentral dalam mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Guru adalah garda terdepan dalam membentuk karakter anak bangsa. Di tangan para guru, nilai Pancasila tidak hanya diajarkan, tetapi ditanamkan melalui keteladanan. Karena itu, memperingati Hari Guru juga berarti memperkuat komitmen kita menjaga ideologi bangsa,” ujar Rezki yang juga Ketua Fraksi Demokrat Bandarlampung ini.
Sosialisasi yang ia gelar hari ini, salah satunya merupakan upaya dalam penguatan karakter anak bangsa sebagai refleksi atas peran strategis dunia pendidikan dalam menjaga jati diri kebangsaan.

Rezki juga menyoroti tantangan era digital yang dinilai membawa dampak ganda bagi generasi muda. Di satu sisi memberikan kemajuan, namun di sisi lain berpotensi mengikis nilai kebangsaan jika tidak diimbangi dengan penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan sejak dini.
“Sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini bagian dari upaya bersama menjaga Indonesia melalui penguatan karakter anak bangsa, dimulai dari menghargai peran guru dan menanamkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Rezki.
Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber akademisi dari Universitas Bandar Lampung (UBL), Anggalana, yang memaparkan materi terkait peran pendidikan Pancasila dalam membangun karakter anak bangsa. Dalam pemaparannya, Anggalana menekankan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai luhur Pancasila yang selaras dengan budaya dan kepribadian Indonesia.
Menurut Anggalana, penguatan wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara konsisten dan kontekstual, terutama melalui dunia pendidikan. Guru, kata dia, bukan sekadar penyampai materi, tetapi agen perubahan yang memiliki peran strategis menanamkan sikap toleransi, gotong royong, dan semangat persatuan kepada generasi muda.
“Karakter anak bangsa yang kuat akan menjadi benteng menghadapi derasnya arus globalisasi. Pancasila harus hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat,” jelasnya. (LW)











