Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Ni Ketut Dewi Nadi Dorong Peran Perempuan sebagai Pilar Ideologi Pancasila

Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, menegaskan pentingnya penguatan ideologi Pancasila melalui peran aktif perempuan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Minggu (30/11).

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK tingkat kecamatan, kelompok wanita tani (KWT), Camat Trimurjo, serta perwakilan kepala kampung. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ketahanan ideologi dari akar rumput, khususnya melalui peran kaum perempuan.

Dalam pemaparannya, Ni Ketut Dewi Nadi menekankan bahwa Pancasila harus hidup dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan atau hafalan.
“Perempuan adalah sekolah pertama bagi generasi bangsa. Jika nilai Pancasila ditanamkan dari rumah, maka persatuan dan toleransi akan tumbuh kuat di masyarakat,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Lampung ini.

Ia juga menyoroti peran strategis ibu-ibu PKK dan KWT sebagai motor penggerak harmoni sosial, ketahanan keluarga, dan pendidikan karakter di lingkungan sekitar. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan ideologi dan karakter kebangsaan.

Senada, Narasumber acara I Komang Koheri yang juga Wakil Bupati Lampung Tengah ini mengajak para peserta untuk menanamkan semangat persatuan dalam setiap kegiatan sosial, termasuk dalam sektor pertanian yang menjadi denyut ekonomi masyarakat desa.

Sementara itu, pihak kecamatan menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi konsistensi Dewi Nadi dalam menghadirkan ruang dialog kebangsaan yang inklusif dan membumi. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan dan pandangan warga terkait tantangan menjaga persatuan di tengah perubahan sosial yang cepat.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan hidup bermasyarakat, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai penjaga ideologi bangsa di tingkat keluarga dan kampung. (LW)