Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Belajar dari Sumbar, Imelda Pasang Alarm Dini di Pesibar

Bandarlampung (LW): Dugaan aktivitas pembalakan hutan di Kabupaten Pesisir Barat memicu kekhawatiran serius akan ancaman bencana alam. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Dapil IV (Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat), Imelda SH, mengingatkan agar praktik perusakan hutan itu tidak dibiarkan berlarut-larut.

Imelda menegaskan, pembiaran terhadap penebangan hutan sama saja membuka pintu bencana, terutama di wilayah rawan, termasuk Pesisir Barat.

“Jangan sampai Pesisir Barat mengalami bencana seperti yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, atau Aceh. Contohnya sudah nyata, jangan menunggu korban baru bergerak,” tegas Imelda, Sabtu (6/12).

Ia juga mendesak pemerintah daerah, Dinas terkait, serta aparat penegak hukum untuk segera turun ke lapangan dan menghentikan aktivitas tersebut jika terbukti melanggar hukum.

“Kalau dibiarkan, dampaknya bukan hanya kerusakan lingkungan, tapi juga keselamatan warga. Penegakan hukum harus tegas, jangan ada pembiaran,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah pria diduga melakukan pembalakan hutan di kawasan Pugung Penengahan, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam rekaman itu, terlihat kayu-kayu berukuran besar hasil tebangan tersusun di area perbukitan, sementara dua orang tampak melakukan aktivitas pemotongan pohon.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga setempat yang khawatir penebangan hutan akan memperparah risiko bencana alam, terutama di tengah cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Lampung.

“Tolong hentikan aktivitas itu. Jika melanggar hukum, harus segera ditindak. Kami tidak ingin daerah kami rusak dan berujung bencana,” ujar salah satu warga, Ajo.

Warga lainnya, Andala, menyebut aktivitas dugaan pembalakan hutan itu telah berlangsung cukup lama namun seolah tak tersentuh.

“Sudah lama berlangsung. Kami bertanya-tanya kenapa tidak ada tindakan. Jangan sampai ada yang dikorbankan lebih dulu baru aparat bergerak,” katanya.

Imelda kembali menegaskan bahwa Pesisir Barat tidak boleh menjadi catatan baru dalam daftar daerah terdampak bencana akibat pembalakan hutan.

“Pesannya jelas, jangan ulangi kesalahan daerah lain. Lindungi hutan, lindungi masyarakat,” pungkasnya. (LW)