Bandarlampung (LW) – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan pentingnya penguatan peran Bank Lampung sebagai lokomotif ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Strategis PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung), Senin (12/1/2026), di Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Lampung.
Rapat strategis ini mempertemukan tiga pilar utama pembangunan daerah: Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, dan Bank Lampung. Hadir langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran Dewan Komisaris, serta Direksi Bank Lampung.
Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi kebijakan untuk menyatukan visi pembangunan ekonomi Lampung, sekaligus mempertegas posisi Bank Lampung sebagai bank milik daerah yang harus adaptif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Direktur Operasional (Alternate Dirut) Bank Lampung, Indra Merviana, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan menindaklanjuti dukungan konkret dari pemerintah daerah dan DPRD. Menurutnya, penguatan sinergi menjadi kunci agar Bank Lampung mampu menjawab tantangan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung peningkatan kinerja, tata kelola, dan kualitas layanan Bank Lampung. Ia menekankan bahwa DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif, sekaligus memberikan dukungan regulasi agar Bank Lampung semakin optimal berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Bank Lampung harus hadir sebagai penggerak ekonomi rakyat, tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga kuat dalam perannya mendorong pertumbuhan daerah,” tegas Giri Akbar.
Agenda rapat mencakup pengarahan Gubernur Lampung terkait arah pembangunan ekonomi daerah, pandangan strategis Ketua DPRD Provinsi Lampung, serta pembahasan rencana strategis Bank Lampung tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada penguatan peran intermediasi perbankan, peningkatan pelayanan publik, dan dukungan terhadap sektor-sektor produktif.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kolaborasi antara Pemprov Lampung, DPRD, dan Bank Lampung semakin solid dan terarah, sehingga mampu menjadi fondasi kuat bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Lampung. (*)











