Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Rezki Wirmandi: Pancasila Diuji Zaman

Bandarlampung (LW): Arus globalisasi dan derasnya kemajuan teknologi digital dinilai mulai menggerus nilai-nilai kebangsaan. Kekhawatiran itu disuarakan Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Rezki Wirmandi, saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Wayhalim, Sabtu (24/1).

Rezki menegaskan, tantangan terbesar bangsa hari ini bukan lagi semata soal ekonomi atau politik, melainkan krisis karakter akibat melemahnya pemahaman ideologi di tengah masyarakat, khususnya generasi muda yang tumbuh di era digital.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini perjuangan menjaga jati diri bangsa agar kita tidak hanyut dan kehilangan arah di tengah gelombang zaman,” kata Rezki dalam sambutannya.

Menurutnya, teknologi yang berkembang pesat membawa dua wajah sekaligus. Di satu sisi membuka akses ilmu pengetahuan, namun di sisi lain menghadirkan ancaman serius terhadap nilai moral dan kebangsaan jika tidak dibarengi penguatan karakter.

Rezki menekankan pentingnya peran orang tua, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan sebagai garda terdepan dalam menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila. Ia menilai, tanpa fondasi ideologi yang kuat, kemajuan teknologi justru berpotensi melahirkan generasi cerdas secara intelektual, namun rapuh secara moral.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, Levi Tuzaidi dan akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL), Anggalana.

Levi mengulas pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dengan mencontohkan perbandingan historis antara Indonesia dan Uni Soviet. Menurutnya, Indonesia tetap utuh karena berpegang teguh pada nilai Pancasila, sementara Uni Soviet runtuh dan terpecah menjadi beberapa negara akibat kehilangan pijakan ideologis.

“Pancasila adalah jangkar bangsa ini. Tanpa itu, kita bisa terombang-ambing dan kehilangan arah,” ujarnya.

Sementara itu, Anggalana menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dikawal dengan penguatan spiritualitas dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia mengingatkan bahaya lahirnya generasi yang unggul secara akademik, namun miskin empati dan nilai moral.

“Teknologi tanpa nilai hanya akan melahirkan manusia-manusia pintar tapi rapuh,” tegasnya.

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Lampung sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Bandarlampung, Budiman AS. Ia mengingatkan bahwa gadget adalah pisau bermata dua yang dapat mendidik sekaligus menyesatkan, terutama bagi anak-anak dan remaja.

“Satu klik bisa membuka dunia, tapi juga bisa membuka pintu krisis moral jika tanpa pendampingan,” kata Budiman.

Budiman mendorong penguatan pendidikan karakter dan literasi digital, baik di sekolah maupun di lingkungan sosial. Ia menegaskan bahwa keluarga harus tetap menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, kekuatan bangsa tidak diukur dari kecanggihan teknologi semata, melainkan dari manusia-manusia yang berakar kuat pada nilai luhur bangsanya.

“Semangat menjaga bara ideologi Pancasila harus terus dinyalakan. Di tengah badai digital yang tak terbendung, kita tidak boleh kehilangan arah. Kita harus tetap teguh memegang nilai dan menanamkan semangat kebangsaan hingga ke anak cucu kita kelak,” pungkasnya. (LW)