SIANG itu, pertengahan Juli 2025. Matahari tepat di atas kepala. Waktu baru saja melewati Dzuhur ketika sebuah pesan singkat meluncur dari ponsel saya. Isinya sederhana, nyaris spontan, bahkan cenderung iseng. Namun belakangan, pesan itulah yang menjadi awal dari sebuah cerita panjang.
“Yai gub, izin, kapan-kapan kita satu lapangan ya.”
Saya masih memanggilnya “Yai”. Panggilan yang sudah sangat akrab sejak beberapa tahun lalu, jauh sebelum beliau menjabat sebagai Gubernur Lampung, bahkan sebelum duduk di kursi legislatif. Tak lama kemudian, balasan itu datang.
“Nanti agendakan saja ya, dek.”
Jawaban singkat. Tidak menjanjikan waktu, tidak pula menolak. Namun bagi saya, itu sudah lebih dari cukup. Di tengah padatnya agenda seorang gubernur, respons cepat dan permintaan untuk diagendakan adalah bentuk antusiasme yang tak bisa dianggap sepele.
Sebagai pengurus Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung di bidang kepemudaan dan olahraga, jawaban itu menyisakan optimisme. Saya paham betul, agenda seorang kepala daerah tak pernah benar-benar longgar. Karena itu, saya memilih berhenti sampai di situ, tanpa pesan lanjutan, tanpa pengingat.
Waktu berjalan. Setengah tahun berlalu.
Kesempatan itu akhirnya datang. Bukan di lapangan hijau seperti yang saya bayangkan, melainkan di ruang audiensi. Namun bagi saya, momen itu justru lebih bermakna: menyerahkan jersey IJP FC kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dengan nomor punggung 01.
Iyai Mirza -sapaan akrab sang gubernur- menerima perwakilan pengurus IJP Lampung. Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan membahas rencana besar: Launching IJP FC dan Turnamen Minisoccer IJP 2026.
Di ruang itu, pesan WhatsApp yang dulu hanya sekadar iseng, seolah menemukan muaranya.
Iyai Mirza menyambut hangat gagasan pembentukan IJP FC. Baginya, inisiatif tersebut bukan sekadar urusan olahraga, tetapi ruang kebersamaan yang sehat antara jurnalis dan pemerintah daerah.
“Ini langkah positif. Olahraga menyatukan, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat,” ujarnya.
Apresiasi tak berhenti di sana. Perhatian Iyai Mirza tertuju pada jersey IJP FC yang mengusung aksara Lampung. Detail sederhana, namun sarat makna. Di mata gubernur, desain tersebut bukan sekadar estetika, melainkan simbol identitas dan kebanggaan daerah.
“Ini sangat bagus. Tidak hanya olahraga, tapi juga mengangkat budaya Lampung. Kreatif dan punya identitas,” katanya.
Dari lapangan ke budaya, dari olahraga ke kebersamaan, gagasan IJP FC menemukan tempatnya.
Yang kian menguatkan semangat, Iyai Mirza menyatakan kesediaannya hadir langsung pada Launching IJP FC dan siap bertanding pada Turnamen Minisoccer yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 14 Februari 2026, di Subanus X Soccer Field.
Bagi kami, kehadiran gubernur bukan hanya simbol seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi pesan kuat bahwa kolaborasi tidak selalu harus dibangun melalui forum formal dan rapat-rapat panjang. Kadang, ia justru tumbuh lewat keringat, tawa, dan kerja sama di lapangan hijau.
Ketua IJP Provinsi Lampung, Abung Mamasa, melalui saya selaku Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.
“Semoga dukungan Gubernur Lampung ini menjadi motivasi bagi jurnalis untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan positif, tidak hanya lewat karya jurnalistik,” kira-kira begitu pesan Bang Abung.
Launching IJP FC nantinya akan dirangkai dengan turnamen minisoccer yang melibatkan berbagai tim, termasuk tim Gubernur Lampung bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sejumlah pejabat direncanakan hadir, mulai dari Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Sekretaris DPRD Descatama, hingga para pimpinan OPD se-Lampung.
Harapan saya sederhana, bahwa turnamen ini bisa menjadi ruang pertemuan yang berbeda. Tempat OPD dan Gubernur bertemu bukan dalam suasana formal penuh protokoler, melainkan lewat sepak bola, lebih cair, lebih manusiawi.
Dan mungkin nanti, di antara riuh tepuk tangan dan suara peluit wasit, akan ada satu momen sederhana: sebuah bola bergulir. Berawal dari pesan singkat yang dulu hanya sekadar iseng.. Tabiik
Rio Fauzul
Menporanya IJP











