Bandarlampung (LW): Komunitas Totok Punggung Indonesia (KTPI) Pengurus Wilayah Lampung sukses menggelar Ujian Standarisasi dan Upgrading Nasional selama dua hari, 31 Januari hingga 1 Februari 2026, di Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi penanda keseriusan KTPI dalam menjaga mutu, etika, dan profesionalisme praktisi totok punggung.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Kegiatan ini tidak hanya diikuti anggota dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung, tetapi juga menarik praktisi dari provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan dan Jambi. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap metode totok punggung sebagai bagian dari pendekatan kesehatan alami yang terstandar dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini dihadiri langsung Ustad Abdurrahman, Founder Totok Punggung Indonesia, yang sekaligus menjadi narasumber utama. Turut hadir Bunda Nopa Muharti selaku Asesor dan Ketua Diklat KTPI, serta Ketua KTPI PW Lampung, Achmad S.E bersama para pengurus. Kehadiran jajaran pusat dan wilayah menegaskan bahwa proses standarisasi dijalankan secara serius, bukan sekadar seremonial.
Rangkaian kegiatan dibagi dalam dua sesi utama yang dirancang padat dan terukur. Pada sesi standarisasi yang berlangsung Sabtu (31/1), peserta mengikuti ujian kompetensi sebagai bentuk validasi keahlian praktisi. Peserta yang dinyatakan lulus berhak memperoleh Sertifikat Standarisasi dan Piagam Upgrading sebagai pengakuan atas kompetensi yang dimiliki.
Sementara itu, sesi upgrading yang digelar Ahad (1/2) difokuskan pada peningkatan kemampuan praktisi melalui pembaruan materi dan pendalaman teknik, termasuk sharing ilmu langsung dari Founder. Sesi ini berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, sekaligus menjadi ruang konsolidasi keilmuan antarpraktisi dari berbagai daerah.
Ketua KTPI PW Lampung, H. Achmad S.E., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga marwah dan kualitas praktik totok punggung di tengah meningkatnya minat masyarakat.
“KTPI tidak ingin metode totok punggung berkembang tanpa arah. Standarisasi dan upgrading ini adalah upaya memastikan setiap praktisi bekerja secara profesional, beretika, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Achmad.
Ia menambahkan, Lampung siap menjadi salah satu pusat penguatan kualitas praktisi totok punggung di wilayah Sumatera bagian selatan. “Kami ingin Lampung menjadi rujukan, bukan hanya dari sisi jumlah praktisi, tetapi dari kualitas dan integritasnya,” tegasnya.
Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menghadirkan pembagian door prize di akhir sesi. Kegiatan upgrading ditutup dengan penyerahan Piagam Upgrading kepada seluruh peserta sebagai simbol peningkatan kapasitas dan komitmen berkelanjutan. (LW)











